Madura United

Madura United Nyatakan Tak Lanjutkan Alih Pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan

Manajemen Madura United semula berniat untuk mengelola Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

Instagram/maduraunited.fc
Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan - Madura United Nyatakan Tak Lanjutkan Alih Pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan 

Manajemen Madura United semula berniat untuk mengelola Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan

TRIBUNMADURA.COM - Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq memastikan, tidak melanjutkan alih pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan.

Ziaul Haq memutuskan untuk mengundurkan diri atas rencana mengelola Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

"Kami memutuskan tidak akan melanjutkan pembahasan pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan," kata Ziaul Haq seperti dalam rilis yang diterima TribunMadura.com, Jumat (31/1/2020).

Piala Gubernur Jatim 2020 Digelar, Persebaya Vs Madura United, Arema FC Vs Persela & 4 Tim Kuat ini

Kembali ke Madura United, Zah Rahan Diam-Diam Ternyata Punya Penggemar Berat dalam Satu Timnya

Pulang dari Malaysia, Madura United Jajal Kekuatan Klub Liga 2 2020 PSG Gresik pada Laga Uji Coba

"Serta menyatakan mundur sebagai calon pengelola Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan," sambung dia.

Semula, manajemen Madura United berniat untuk mengelola Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

Niat tersebut kemudian berlanjut melalui komunikasi antara manajemen Madura United dengan Pemkab Pamekasan.

Kemudian, manajemen Madura United dan Pemkab Pamekasan melakukan MoU pada 19 April 2019 lalu.

Ziaul Haq menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan yang membuat manajemen Madura United enggan melanjutkan pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan tersebut.

Satu di antara pertimbangan itu, yakni pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan untuk kepentingan publik, khususnya warga Kabupaten Pamekasan.

"Madura United FC tidak harus mengorbankan hak-hak warga Kabupaten Pamekasan," katanya.

Arema FC Habiskan Dana Rp 35 Miliar Bentuk Tim Ideal untuk Mengarungi Kompetisi Liga 1 2020

Manajemen Akui Tak Mudah Datangkan Jonathan Bauman ke Arema FC, Melalui Proses Panjang dan Sulit

Tim Madura United Laskar Sapeh Kerrab di Liga 1 2019
Tim Madura United Laskar Sapeh Kerrab di Liga 1 2019 (MADURA UNITED OFFICIAL)

"Sehingga rencana pengelolaan SGRP yang sampai menghadirkan opini lahirnya penjajah akan menjadikan situasi Pamekasan tidak kondusif," lanjut dia.

Ia juga menegaskan jika Madura United masih belum mendapatakan surat serah terima pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

"Namun, secara opini dan penyampaian informasi ke publik oleh Dispora dan Pemkab Pamekasan, kami sudah dinyatakan sebagai pengelola," ungkap dia.

"Situasi yang kondusif disertai dengan dukungan publik adalah pertimbangan terbesar kami mengajukan kesiapan untuk berinvestasi dalam pengelolaan SGRP,"  sambung dia.

Nantinya, Madura United hanya akan menggunakan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan per pertandingan dengan status sewa.

"Kami berharap pihak pengelola berikutnya bisa memberikan akses kepada kami untuk melakukan sewa pakai SGRP," ujarnya.

"Sebagaimana telah berjalan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 lalu," pungkas dia.

( TribunMadura.com / Ayu Mufidah KS )

Pernah Bela Arema FC, Nasir Ungkap Perlakuan Bonek padanya setelah Pindah ke Persebaya Surabaya

Skema Homebase Persebaya Surabaya selama Liga 1 2020, Belum Tentu Pakai Stadion Gelora 10 November

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved