Breaking News:

Ali Heri Tak Menyesal, Makan Tidur Masih Nikmat, Usai Membunuh dan Bakar Wanita yang Mengejeknya

Meski sudah membunuh dan membakar wanita, namun pria ini tampak tak ada rasa penyesalan di benaknya.

Kolase TribunMadura.com (Sumber: tangkapan layar Facebook)
Ali Heri masih nikmat makan dan tidur, pelaku pembunuhan dan pembakaran di Banyuwangi 

"Jadi ini sudah direncanakan seminggu sama pelaku sebelum melakukan pembunuhan tersebut," ujar Arman, seperti yang dikutip dari siaran langsung tvOne via Tribun Jakarta.

Atas perbuatan tersangka, pria 28 tahun itu akan dijerat dengan pasal 365 KUHP juncto pasal 338 KUHP juncto pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau 20 tahun kurungan penjara.

Pelaku pembunuhan Rosidah (18), diketahui bernama Ali Heri Sanjaya (27), rekan kerja korban di sebuah warung di Banyuwangi, Jawa Timur.

Rosidah merupakan warga Desa Papring, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Dia ditemukan tewas terbakar di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Sabtu (25/1/2020) lalu.

Dendam Dibilang Gendut

Arman mengatakan, Ali Heri membunuh Rosidah karena dendam sering mengejek gendut di hadapan banyak orang.

"Jadi korban ini sering menyebut pelaku gendut-gendut, boboho. Jadi sakit hati," kata Arman, dikutip dari kompas.com ( TribunMadura.com network ) Rabu (29/1/2020).

pembunuh dan pembakar wanita di Banyuwangi.
pembunuh dan pembakar wanita di Banyuwangi. (TribunMataram Kolase/ Facebook)

Kronologi

Pelaku meminta diantar pulang oleh korban, dan akhirnya membunuhnya pada Jumat (20/1/2020) lalu.

Sebelum sampai rumah, di tengah perjalanan, Rosidah diminta turun oleh Ali Heri.

Lalu, korban dipukul dengan tangan terbuka dan langsung dicekik hingga tewas.

"Setelah korban tewas, pelaku membeli bensin untuk membakar korban," kata dia.

Pelaku juga mengambil ponsel dan motor milik Rosidah saat dirinya melarikan diri.

"Mayat korban lalu dibakar dan setelah memastikan api membesar, pelaku pergi membawa ponsel dan sepada motor milik korban," jelas Arman.

Polisi mengamankan barang bukti yakni sepeda motor Honda Beat warna putih, tas warna hitam berisi korek api untuk membakar mayat, dan ponsel merek Oppo.

Pelaku terancam hukuman pasal 365 KUHP juncto pasal 338 KUHP juncto pasal 340 KUHP.

Ali Heri Sanjaya terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau 20 tahun kurungan penjara.

(Tribun Mataram)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Ekspresi Ali Heri Asyik Makan Kerupuk Setelah Ditangkap karena Bunuh dan Bakar Teman Kerja

Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved