Berita Sampang

Gara-gara Air Mineral, TKI di Malaysia asal Sampang ini Ditangkap Polisi saat mau Balik Negeri Jiran

Gara-gara air mineral , TKI di Malaysia asal Sampang Madura ini ditangkap polisi saat mau balik lagi ke Negeri Jiran

Gara-gara Air Mineral, TKI di Malaysia asal Sampang ini Ditangkap Polisi saat mau Balik Negeri Jiran
TRIBUNMADURA/HANGGARA PRATAMA
Sutrisno, pelaku penggelapan uang yang juga seorang TKI saat di interogasi oleh Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo di Mapolres Sampang, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sutrisno, warga Desa Tanggumong Kecamatan/Kabupaten Sampang ditangkap Polres Sampang, terkait kasus penggelapan.

Pria 37 tahun tersebvut melakukan penggelapan uang puluhan juta milik bosnya, M Syaiful, warga Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Sampang.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo menjelaskan, Sutrisno merupakan karyawan bagian sopir dalam pengiriman air mineral merek Aqua, Viand, Le Mineral, dan Teh Pucuk Harum.

Sebelum melakukan penggelapan, Sutrisno mengirim orderan barang dagangannya ke sejumlah tempat diantaranya, Kecamatan Kedungdung, Ketapang, dan Banyuates.

Setelah mengirim barang tersebut, Sutrisno menerima uang penjualan hasil barang sebesar Rp 29.174.000.

"Nah yang seharusnya uang hasil penjualan itu disetor, Sutrisno membawa lari dan digunakan untuk biaya bekerja di Malaysia menjadi TKI," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (6/2/2020).

AKBP Didit Bambang Wibowo menambahkan, Sutrisno berhasil berangkat ke Malaysia dan hidup di Negeri Jiran selama tiga tahun lamanya.

Setelah itu, Sutrisno pulang ke Sampang dan kepulangannya terdengar oleh Satreskrim Polres Sampang sehingga langsung melakukan penangkapan.

"Peristiwa penggelapan yang dilakukan Sutrisno itu pada bulan September 2016 dan berhasil diamankan 5 Februari 2020, kemarin," tuturnya.

Sutrisno tertangkap di Terminal Trunojoyo Sampang, tepatnya di dalam bus dan diketahui ternyata dia hendak kembali ke Malaysia menjadi TKI.

"Akibat dari ulahnya, Sutrisno dijerat dengan pasal 374, dengan ancaman hukumannya lima tahun penjara," tegas AKBP Didit Bambang Wibowo.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved