Breaking News:

Berita Sampang

Jual Beli HP Berujung Perbuatan Zina, Modus Kartu Memori, Gadis 16 Tahun Hanya Bisa Pasrah

Bermula dari transaksi jual beli ponsel, membuat gadis ini menjadi korban rudapaksa. Korban yang masih berusia 16 tahun hanya bisa pasrah di ancam

lxxpx
Ilustrasi rudapaksa 

Sehingga keesokan harinya korban menghubungi pelaku dan meminta memoricard yang ada di handphone tersebut di kembalikan.

Setelah itu, pelaku mengikuti kemauannya dengan mengajak korban bertemu di Desa Panggung Kecamatan Sampang.

Setelah bertemu pelaku melakukan bujuk rayu terhadap korban dan diajak jalan-jalan.

"Dari bujuk rayu yang sudah dilakukan oleh pelaku (Feri Irawan).

Pelaku melakukan hal yang tidak pantas yaitu merudapaksa korban dengan cara mengancam korban," jelasnya kepada TribunMadura.com, Kamis (6/2/2020).

"Korban diancam dengan cara mencekik dan menutupi mulutnya, hingga diancam akan dibunuh," imbuhnya.

AKBP Didit Bambang Wibowo menambahkan, setelah melakukan perbuatan kejinya itu pelaku masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan lari ke Jakarta kemudian berpindah ke kota Surabaya dan pulang ke Sampang.

Saat pelaku pulang ke Sampang, pihaknya  mendapatkan informasi tersebut dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Pelaku berhasil kami amankan di pinggir jalan Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang," tuturnya.

"Akibat ulahnya, pelaku disangkakan pasal 81, 82 UUD Perlindungan Anak ancaman hukumannya 5 sampai 15 tahun penjara," tegasnya.

 

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved