Pilkada Sumenep

Maju di Pilkada Sumenep, Politisi Muda PKB ini Ingin Kembangkan Potensi Sumenep Termasuk Pariwisata

Irwan Hayat menyebut pembangunan Sumenep ke depan khususnya di sektor pariwisata tidak butuh sosok figur kiai

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Irwan Hayat, Anggota DPRD Sumenep Fraksi PKB 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Menjelang Pilkada Sumenep 2020, sejumlah tokoh mulai muncul di permukaan untuk mengenalkan diri sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Sumenep 5 Tahun mendatang.

Namun, bagi politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep, Irwan Hayat menyebut pembangunan Sumenep ke depan khususnya di sektor pariwisata tidak butuh sosok figur kiai.

"Karena kebutuhan di Sumenep ini tidak semata - mata dari sisi aspek religi dan budaya, tapi bagaimana kemudian pembangunan disegala aspek, di segala sektor itu bisa terakomodir oleh tokoh yang punya kapasitas,” kata Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Sumenep, Irwan Hayat, Sabtu (8/2/2020).

Salah satu contohnya kata Irwan Hayat, seperti pemberdayaan sektor wisata di kabupaten Sumenep.

Hal ini dinilai masih terletak pada level simbol, masih belum sampai pada level tekhnis, strategi, promosi, pemasaran dan lain sebagainya.

Ini masih belum sampai pada kapasitas yang benar - benar mumpuni di bidangnya.

"Katakan saja misalnya bicara persoalan pariwisata di Sumenep, tidak mungkin bisa maju jika masih dibenturkan dengan persoalan budaya dan agama, karena ini kan dua ruang yang berbeda," terang Komisi I DPRD Sumenep ini.

Dari itulah kata Irwan Hayat, sosok yang mampu membuat terobosan baru itu adalah tokoh - tokoh pemuda yang memiliki mentalitas dan mampu membuat arah kebijakan, yang itu dianggap mungkin unik dan berani.

"Kita butuh terobosan itu, jika masih mengambil sosok kiai, mohon maaf bukan kemudian lantas kita menafikan kelompok kiai, tetapi sampai hari ini saya melihat masih belum ada terobosan yang berani untuk dilakukan dalam konteks pembebasan," katanya.

Irwan Hayat lagi - lagi mencontohkan pada  pemilihan ikon Kabupaten Sumenep, dikatakan hingga hari ini masih kalah dengan Kabupaten Pamekasan.

"Pamekasan ngambil sebagai kota batik, kita ngambil sebagai kota keris.

Kalau misalkan kabupaten Sumenep, apa langkah kongkritnya sebagai kota keris, tidak semua wilayah di Sumenep kan bisa," tandasnya.

Kabupaten Pamekasan menurutnya, mampu mengambil Icon kota batik dan terbukti branding batik luar biasa.

Bahkan itu sampai ke mobil dinasnya dibranding batik.

"Jadi semua desa itu memiliki potensi dan mereka berpacu, berkompetisi memajukan potensi yang dimiliki.

Kalau kota keris, apa yang kemudian (bisa) dibanggakan,  implementasi gerakannya dari kota keris itu apa," kritiknya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved