Berita Pamekasan

Petani di Pamekasan Ramai Tanam Bawang Merah saat Awal Musim Hujan, Ternyata ini Penyebabnya

Sejumlah petani di Kabupaten Pamekasan ramai menanam bawang merah pada awal tahun 2020.

Petani di Pamekasan Ramai Tanam Bawang Merah saat Awal Musim Hujan, Ternyata ini Penyebabnya
TRIBUNMADURA.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Lahan sawah petani Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Minggu (9/2/2020). 

Sejumlah petani di Kabupaten Pamekasan ramai menanam bawang merah pada awal tahun 2020

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Awal tahun 2020, khususnya pada bulan Januari - Februari, sejumlah petani di Kabupaten Pamekasan ramai menanam bawang merah.

Data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pamekasan, luas lahan bawang merah di Kabupaten Pamekasan sudah mencapai 800 hektare pada pekan ketiga Januari 2020.

Sementara untuk umur tanam 0-25 hari setelah tanam (HST) dan paling luas penanamannya berada di Kecamatan Batumarmar yang mencapai 1.500 hektare pada bulan Februari ini.

BERITA TERPOPULER MADURA - Bioskop Kota Cinema Mall Pamekasan hingga Tahanan Rutan Sumenep Kabur

Gedung Bioskop Kota Cinema Mall Pertama di Pamekasan Hampir Rampung, Begini Penampakannya

Revitalisasi Pasar Kolpajung Pamekasan Akan Dimulai Agustus 2020, Program Akan Dilakukan Serentak

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pamekasan, Nolo Garjito menuturkan, perilaku petani menanam bawang merah pada awal musim hujan ini lantaran untuk mengamankan pasokan bawang merah menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020.

"Berkaca dari kondisi itu, kami perkiran saat bulan Maret - April nanti khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, produksi bawang merah di Kabupaten Pamekasan khsusunya yang berada di Kecamatan Batumarmar, bisa mencapai 16 ribu ton," kata Nolo Garjito, Minggu (9/2/2020).

"Sehingga pasokan bawang merah jelang idul fitri juga aman," sambung dia.

"Jika pada bulan Januari kemarin hingga Februari ini penanaman bawang merah yang menggunakan sistem off-season yang berada di Kecamatan Batumarmar mampu menghasilkan panen sebanyak 16 ribu ton pada bulan Maret-April mendatang," lanjut dia.

"Maka pasokan jelang idul fitri akan aman, jika pasokan aman harga bawang merah pun saat jelang idul fitri juga akan stabil," tambahnya.

Harga Ubi Talas di Pamekasan Naik 50 Persen, Satu Ikatnya Dijual Rp 100 Ribu hingga Rp 120 Ribu

Gedung Bioskop di Pamekasan Punya Konsep Stand Alone, Kota Cinema Mall Dilengkapi dengan Food Court

Nolo Garjito menambahkan, pihaknya kini memprediksi jika pasokan bawang merah bisa aman dan harganya stabil saat jelang Hari Raya Idul Fitri nanti.

Sebab, kata dia, produksi hasil dari panen bawang merah yang tidak hanya dari Kecamatan Batumarmar.

Menurut dia, seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Pamekasan juga dapat melakukan panen bawang merah.

Nantinya, produksi bawang merah itu akan dipasokan ke Kota Surabaya, bahkan Jakarta.

Dihubungi terpisah, Ketua Gapoktan Melati Putih di Desa Lesong Laok, Kecamatan Batumarmar, Bukhori mengatakan, saat panen raya kelompoknya bisa memasok bawang merah ke Pasar Induk di Surabaya.

Bukhori menuturkan, panen raya kelompok tani bawang merah sebagian langsung ke Jakarta dan Kalimantan dengan rata-rata pasokannya 10 ton setiap hari.

Desainer Ternama Ingin Tampilkan Batik Tulis Pamekasan di Event Fashion Nasional dan Internasional

Tiga Anggota FRPB Pamekasan Lulus Uji Kompetensi Sertifikasi Penanggulangan Bencana BPBD Jatim

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved