Berita Sampang

Ruang Kelas Rawan Roboh, Siswa SDN 4 Pajeruan Sampang Pilih Pindah ke Musala Warga

Ruang Kelas Rawan Roboh, Siswa SDN 4 Pajeruan Sampang Pilih Pindah ke Musala Warga

Ruang Kelas Rawan Roboh, Siswa SDN 4 Pajeruan Sampang Pilih Pindah ke Musala Warga
TRIBUNMADURA/HANGGARA PRATAMA
Guru dan siswa SDN 4 Pajeruan Sampang proses belajar mengajar di musala warga, Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Akibat Ruang Kelas Belajar (RKB) retak dan rawan roboh, siswa lima kelas di kumpulkan jadi satu dalam satu ruang belajar.

Kondisi tersebut dialami SDN 4 Pajeruan Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang, Madura.

Dampaknya, proses belajar mengajar dinilai kurang optimal.

Terlebih, jumlah keseluruhan siswa saat ini sebanyak 138 dan dinilai setiap tahunnya jumlah yang mendaftar selalu stabil.

Kepala sekolah Kepala sekolah SDN 4 Pajeruan, Wiranto mengatakan, dengan dikumpulkannya siwa sebanyak lima kelas menjadi satu membuat proses belajar mengajar menjadi sulit.

Sebab, kondisi siswa yang terlalu banyak membuat tingkat keramaiannya lebih meningkat.

Sehingga sulit menyampaikan materi terhadap siswa, begitupun siswa sulit untuk mencerna materi dan dikhawatirkan tidak mencapai kurikulumnya dalam proses belajar mengajar tersebut.

"Sangat terganggu, karena ketika guru kelas dua menerangkan kepada muridnya, murid kelas tiga ramai, begitupun sebaliknya, dan terlebih diruangan ada lima kelas," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (10/2/2020).

Mengalami hal itu, Wiranto mengaku sering menghunakan teras rumah warga yang ada di depan sekolah untuk dijadikan tempat mengajar, tujuannya untuk mengurangi keramaian di dalam ruang induk.

Selain itu, pihaknya juga sering menggunakan musholla warga untuk menyampaikan materi agama.

"Begitupun kami sering memakai gardu milik warga untuk dijadikan tempat belajar, sekaligus mengajak siswa untuk belajar di alam terbuka, sekalian mengimplementasikan kurikulum 2013," tuturnya.

Sedangkan, Wiranto menambahkan, untuk kelas satu sengaja diletakkan di tempat terpisah, yakni di ruang perpustakaan.

"Untuk kelas 1 kami sengaja memisahkannya, karena memerlukan tingkat fokus yang lebih dalam mengajarnya," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved