Nelayan Sarkak Sumenep Protes Batas Laut

Deadlock, Pertemuan Perselisihan Batas Laut Nelayan Dungkek dan Talango : Kami Ingin Kearifan Lokal

Deadlock, Pertemuan Perselisihan Perselisihan Batas wilayah laut Nelayan Dungkek dan Talango di Sumenep: Kami Ingin Kearifan Lokal

Deadlock, Pertemuan Perselisihan Batas Laut Nelayan Dungkek dan Talango : Kami Ingin Kearifan Lokal
TRIBUNMADURA/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Nelayan sarkak dari Desa Romben Guna ketika ngeluruk kantor Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Selasa (11/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Perselisihan batas wilayah laut antara nelayan di Kecamatan Dungkek dengan Kecamatan Talango di Kabupaten Sumenep masih belum ada penyelesaian.

Ini setelah puluhan nelayan sarkak atau nelayan yang menggunakan alat tangkap rajungan dan kepiting dan pengepul kepiting/rajungan dari Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek yang melurug kantor kecamatan setempat, Selasa (11/2/2020), mengaku tidak mendapatkan keputusan dan solusi apapun.

Hasil pertemuan yang difasilitasi oleh Camat Dungkek M Zaini dan pejabat Forkompimda tingkat kecamatan lainnya, deadlock dan belum ada jalan keluar.

"Ini kesepakatan yang tak jelas, karena pertemuan ini tidak ada titik temu. Yang kami inginkan dari nelayan kesepakatan yang bersifat kearifan lokal," tegas Kasdu, ketua Pokmaswas Kecamatan Dungkek saat ditemui TribunMadura.com, Selasa (11/2/2020).

BREAKING NEWS - Nelayan Sarkak dan Pengepul Kepiting di Sumenep Geruduk Kantor Kecamatan Dungkek

Sebelum Tewas Memilukan, Petani Sumenep yang Dicelurit Gegara Kawini mantan Pacar Pelaku Sempat Lari

Menurut Kasdu, jika mengacu pada kebijakan Permen KP nomor 71 tahun 2016, bahwa untuk alat tangkap sarkak harus berada di jalur B di atas 2 mil.

Pemetaan pengukuran batas zona penggunaan jaring sarkak antara Kecamatan Dungkek - Kecamatan Talango oleh Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi beberapa waktu lalu dinilai tidak memuaskan bagi nelayan sarkak di Kecamatan Dungkek.

"Karena kita kan tidak mau diantara salah satunya dirugikan dan inginnya sama - sama menikmati bekerja, ini sangat delimatis bagi kami dan parahnya tidak bisa bekerja," sergahnya.

Camat Dungkek, M Zaini mengaku, bahwa pertemuan dengan nelayan sarkak (alat tangkap rajungan) ini sudah ke lima kalinya.

Pihaknya juga mengaku sudah memberi pembinaan terhadap warganya untuk membiasakan menangkap ikan menggunakan alat tangkap bubu.

"Bagaimana masyarakat yang awalnya pakai alat tangkap sarkak bisa memanfaatkan alat yang ramah lingkungan menggunakan bubu," ucapnya.

Polda Jatim Siap Jemput Paksa Putra Kiai Ternama Jombang Diduga Cabuli Santriwati: Perintah Tangkap

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, KH Habibulloh Zaini Meninggal Dunia, NU dan Ponpes Lirboyo Berduka

Ramalan Zodiak Selasa 11 Februari 2020: Scorpio Jangan Takut Gemini Waspada Ketegangan, Leo Semangat

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved