Nelayan Sarkak Sumenep Protes Batas Laut

Tak Terima Hasil Pengukuran Laut dan Ogah Ganti Alat, Nelayan Sarkak Sumenep Diminta Agar Terbiasa

Konflik nelayan Sumenep, Madura ini masih memanas, nelayan sarkak yang mayoritas dari Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek tetap tak terima

Tak Terima Hasil Pengukuran Laut dan Ogah Ganti Alat, Nelayan Sarkak Sumenep Diminta Agar Terbiasa
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Tak Terima Hasil Pengukuran Laut dan Ogah Ganti Alat, Nelayan Sarkak Sumenep Diminta Agar Terbiasa 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Konflik nelayan Sumenep, Madura ini masih memanas, nelayan sarkak yang mayoritas dari Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek tetap tak menerima tentang hasil pengukuran di laut Kecamatan Dungkek - Kecamatan Talango oleh Polres Sumenep beberapa waktu lalu.

Pengukuran zonasi di tengah laut itu berdasarkan hasil mediasi sebelumnya yang dipelopori oleh Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi. Dan hadir kala itu, perwakilan nelayan Kecamatan Dungkek, Gapura dan Talango.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Dungkek, AKP Sahrawi mengakui dalam pertemuan kali ini hasilnya tidak diterima oleh para nelayan sarkak tersebut.

"Kami sudah sampaikan bahwa hadirnya kami di sini bukan untuk menentukan kebijakan, kalau memang untuk minta kebijakan silahkan pada perwakilan rakyat kita anggota DPRD Sumenep," kata AKP Sahrawi, Selasa (11/2/2020).

Disampaikan, jika sebelumnya  Kapolres Sumenep, AKBP deddy Supriadi sudah memberikan bantuan alat tangkap rajungan berupa bubu bagi nelayan sarkak untuk warga di Desa Romben guna, pada hari Selasa (28/1/2020) lalu.

Tujuan itu sebagai bentuk kepedulian kepolisian pada masyarakat nelayan khususunya, yang diberikan langsung oleh  AKBP Deddy Supriadi di Perairan Antara Pulau Poteran Dan Perairan Desa Romben Guna Kecamatan Dungkek.

"Kalau mau minta maksimal mungkin kami tidak bisa, tapi sudah mendakti. Kalau pak Kapolres (Deddy Supriadi) sendiri sudah maksimal betul, beliau turun tangan langsung dalam pengukuran, pemberian bubu dan sampai komunikasi dengan masyarakat sudah dilakukan langsung oleh beliaunya," terangnya.

AKP Sahrawi mengaku kerepotan dengan kemauan masyarakatnya, sebab katanya sudah aturan jelas yang melarang itu tapi maunya tetap itu aja.

"Makanya kita sarankan untuk ganti alat tangkap yang ramah lingkungan itu, jika diganti dengan alat tangkap jaringnya putus-putusan katanya, tapi cobalah saja dulu. Barangkali kedepannya terus berlanjutlah," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved