WNI Pamekasan Pulang dari Natuna

Kisah WNI Pamekasan Diobservasi di Natuna, Akses Terbatas dari Dunia Luar, Tapi ada Perbaikan Gizi

Herman Kusnadi, Ayah Tri Kusnadi dan Tika Putri Laksmi, menceritakan kehidupan anaknya selama 14 hari menjalani masa karantina di Natuna

Kisah WNI Pamekasan Diobservasi di Natuna, Akses Terbatas dari Dunia Luar, Tapi ada Perbaikan Gizi
istimewa
Proses pemulangan WNI seusai observasi dari Natuna ke kampung halaman masing-masing 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - WNI Pamekasan menceritakan kondisinya saat masih diobservasi di Natuna.

Para WNI yang pulang dari China akibat wabah virus corona itu diketahui diobservasi terlebih dahulu di Natuna.

Kisah itu diceritakan oleh ayah mahasiswa yang diobservasi di Natuna

Herman Kusnadi, Ayah Tri Kusnadi dan Tika Putri Laksmi, menceritakan kehidupan anaknya selama 14 hari menjalani masa karantina di pangkalan militer Kabupaten Natuna, Provinsi Riau.

Kedua anaknya itu, telah menjalani massa karantina di Pulau Natuna usai dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei China, daerah yang menjadi pusat merebaknya virus corona.

Kakak beradik itu, di Hubei sedang menempuh studi sarjana kedokteran di University of Science and Technology, China.

Herman mengatakan, selama 14 hari menjalani masa obeservasi kesehatan, kedua anaknya di Natuna tidur di tenda barak pangkalan militer.

Berdasar cerita yang ia dengar dari anaknya, kedua anaknya tersebut dan mahasiswa yang lainnya dilarang ke luar dari area pangkalan selama menjalani proses observasi kesehatan.

"Meski hanya sekadar belanja ke toko atau jalan-jalan mereka tidak dibolehkan," kata Heman kepada TribunMadura.com.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved