Berita Sumenep

Ketua DPRD Sumenep Diduga Sunat Dana Alokasi Perjalanan Dinas, Terancam Dilaporkan ke Kejaksaan

Ketua DPRD Sumenep dikabarkan akan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep terkait dugaan hak keuangan.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir - Ketua DPRD Sumenep Diduga Sunat Dana Alokasi Perjalanan Dinas, Terancam Dilaporkan ke Kejaksaan 

Ketua DPRD Sumenep dikabarkan akan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep terkait dugaan hak keuangan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep.

Abdul Hamid Ali Munir dilaporkan karena diduga telah menyalahi hak keuangan 30 persen dari biaya hotel di Jakarta.

"Kita sudah mempertimbangkan melaporkan kejanggalan yang kerap dilakukan oleh Ketua DPRD Sumenep ini ke Kejaksaan," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Zainal Arifin, Kamis (20/2/2020).

Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil Ditantang Joget Any Song Challenge, Penonton Heboh

DPMPTSP Sampang Luncurkan Mobil Keliling Perizinan OSS, Siap Berkeliling hingga ke Pelosok Kecamatan

Inilah Nama-Nama Anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep Terpilih, Pembentukan Sempat Berjalan Alot

"Sebab salah satunya perjalanan dinas waktu ke Jakarta. Ini jelas telah memotong 30 persen," sambung dia.

Zainal Arifin mengungkapkan, dugaan dari 30 persen yang disunat ini dari biaya hotel yang teralokasi ke luar kota waktu itu Rp 17 juta.

"Kalau misal 30 persen ya sekitar 5.300 ribu dari uang Rp 17 juta," ungkap dia.

"Ternyata dia ini ketahuan menginap hotel yang murah sekali," lanjut dia.

"Ini kan ada niat jahat dari uang Negara yang masuk ke dompetnya," terangnya.

"Nilai unsur deliknya, niat jahatnya masuk. Berkeinginan berbuat melawan tindak pidana itu masuk," tambah dia.

"Dan kita akan laporkan pada Kejaksaan dalam waktu dekat ini. Ini telah melakukan penyalahgunaan hak keuangan," ujarnya.

Dikonfirmasi Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir menyebut, haknya telah mengambil 30 persen dari biaya hotel tersebut.

"Masak tidak boleh mengambil 30 persen, itu kan hak saya. Hak saya mau menginap di mana saja dan itu boleh," katanya.

Tas Batik Produksi Karang Taruna dan Ibu PKK di Pamekasan Tembus Pasar Luar Negeri, Bikin Bangga!

Warga Malang Ditemukan Tewas di Ladang Cabai, Leher Terluka hingga Paru-Paru Tertembus Peluru

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved