Obat Virus Corona Sudah Ditemukan, Ternyata Sudah Dipakai Sejak 70 Tahun yang Lalu, ini Obatnya

Para ahli di China juga melakukan berbagai tahapan uji klinis untuk akhirnya menemukan sebuah obat yang dinilai efektif mengobati virus corona.

Penulis: Ficca Ayu Saraswaty | Editor: Aqwamit Torik
Shutterstock.com
Ilustrasi penelitian ahli 

TRIBUNMADURA.COM - Wabah virus corona hingga kini banyak merenggut nyawa dan menyebar ke hampir seluruh dunia.

Kini, virus corona sudah ditemukan obatnya.

Penemuan itu tentu saja melalui berbagai uji klinis dan berhasil membuahkan hasil baik.

Para ahli di China juga melakukan berbagai tahapan uji klinis untuk akhirnya menemukan sebuah obat yang dinilai efektif mengobati virus corona.

Obat itu ternyata sudah lama digunakan untuk pengobatan penyakit lain.

Obat yang bisa menangkal virus corona itu ternyata sudah digunakan sebagai obat antimalaria

Obat itu bernama Chloroquine Phosphate atau obat antimalaria

Berdasarkan hasil uji klinis, telah dikonfirmasi bahwa obat bernama Chloroquine Phosphate yang merupakan obat antimalaria, memiliki efek kuratif tertentu pada penyakit virus corona yang baru (Covid-19).

Hal ini juga disampaikan oleh seorang pejabat di China hari Senin lalu (17/2/2020).

Melansir dari Xinhua, menurut Sun Yanrong, wakil kepala Pusat Nasional Nasional Pengembangan Bioteknologi di bawah Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dalam konferensi pers mengatakan bahwa para ilmuwan "dengan suara bulat" menyarankan bahwa obat tersebut bisa dimasukkan dalam versi berikutnya dari pedoman pengobatan dan diterapkan dalam uji klinis yang lebih luas sesegera mungkin.

Chloroquine sudah dipakai lebih dari 70 tahun

Sun menjelaskan, Chloroquine Phosphate, yang telah digunakan selama lebih dari 70 tahun, dipilih dari puluhan ribu obat yang ada setelah beberapa putaran skrining uji coba.

Menurutnya, obat tersebut telah dalam uji klinis di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing, serta di Provinsi Guangdong China Selatan dan Provinsi Hunan di China tengah, dan telah menunjukkan kemanjuran yang cukup baik.

Dalam uji coba, kelompok pasien yang telah menggunakan obat sudah menunjukkan indikator yang lebih baik daripada kelompok paralel mereka, terkait berkurangnya demam, peningkatan gambar pada CT paru-paru, dan persentase pasien yang menjadi negatif dalam tes asam nukleat virus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved