Breaking News:

Warga Geruduk Kejari Sampang

Kejari 'Jalan Ditempat', Korupsi Dana Desa di Sampang Akan Dilaporkan ke Kejati, Kejagung dan KPK

Menilai apa yang dilakukan Kejari Sampang hanya 'jalan di tempat', kasus korupsi dana desa di Sampang akan dilaporkan ke Kejati, Kejagung, dan KPK

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana aksi demo di Gedung Kejari Sampang, Madura, Senin (24/2/2020). Massa turun ke jalan, karena menilai apa yang dilakukan Kejari Sampang terkait penanganan dugaan korupsi dana desa hanya 'jalan di tempat'. Sehingga, kasus korupsi dana desa di Sampang akan dilaporkan ke Kejati, Kejagung, dan KPK. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Lembaga Swadaya Masyarakat Madura Development Watch ( LSM MDW ) menyatakan siap melaporkan kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang ke sejumlah lembaga hukum. Mulai Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejaksaan Agung, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).

Pasalnya, laporan yang sudah dilayangkan ke Kejari Sampang oleh warga Sokobanah dinilai masih jalan di tempat. Padahal laporan sudah berjalan satu tahun, namun kasusnya sampai saat ini masih pada tahap penyelidikan.

Anggota LSM MDW, Siti Farida mengatakan, pada saat aksi dengan menggeruduk kantor Kejari Sampang, Senin (24/2/2020) hari ini, pihaknya masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

Update Harga iPhone Jelang Akhir Februari 2020, Mulai iPhone 7, iPhone 8, iPhone X hingga iPhone 11

Ramalan Zodiak Senin 24 Februari 2020, Karir Mudah untuk Aries dan Kemarahan Tak Terkendali Gemini

Sebab, Kepala Kejari Sampang, Maskur pada saat menanggapi demontran tidak bisa menentukan waktu untuk menyelesaikan kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah.

"Makanya, kami siap untuk melaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejaksaan Agung, hingga KPK untuk kasus korupsi Dana Desa ini.

Namun, terlebih dahulu kami harus memusyawarahkan lagi, terlebih disini kami sudah mentok atau tidak bisa menemukan solusi lagi," tegasnya, kepada TribunMadura.com,  Senin (24/2/2020).

Siti Farida menambahkan, terkait waktu yang lama dalam penangan kasus korupsi DD ini, pihaknya menduga Kejari Sampang bermain mata dengan pihak lain atau oknum-oknum tertentu.

"Kami sudah mengantongi oknum atau pihak itu, tapi saya tidak bisa menyebutkan disini," tandasnya.

Dulu Ayahnya Terkenal, Begini Kabar Terkini Hanna Kasino, Anak Tunggal Kasino Warkop DKI Jualan Kue

Irwan Sumenep, Jebolan DAcademy Indosiar Masih Jomblo, Pernah Gagal Nikah: Menunggu Takdir Allah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved