Breaking News:

Korupsi Dana Sekolah di Sampang

Gedung Sekolah SDN di Sampang Hanya Bertahan 2 Tahun, Lalu Ambruk, Imbas Anggaran Dikorupsi

Pada bulan Mei 2019 hasil pekerjaan pembangunan mengalami perubahan struktur pada atap gedung RKB yang diketahui melengkung.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
KOMPAS/DIDIE SW
Tersangka korupsi 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG -Dua pelaku penyebab ambruknya gedung Ruang Kelas Belajar (RKB) di SDN Samaran 2 Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang, Madura diringkus Polres Sampang.

Dua pelaku tersebut diantaranya, Dwi Cahyo Febriato (29) warga Jalan Pemuda Kelurahan Rongtengah Kecamatan Sampang yang diketahui sebagai pelaku pelaksana dalam pembangunan RKB tersebut.

Kemudian, Holili (50) warga Jalan Teuku Umar Kelurahan Karang Dalam Kecamatan Sampang sebagai Konsultan Pengawas.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo menjelaskan, bahwa SDN Samaran 2 Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang di tahun 2017 mendapatkan pekerjaan rehabilitasi ruang kelas IV, V dan VI dengan alokasi dana yang dianggarkan sebesar Rp. 149.900.000.

Dana tersebut bersumber dari APBD (DAU) Kabupaten Sampang 2017.

"Dalam pelaksanaannya pekerjaan rehabilitasi ruang kelas dilaksanakan pada tahun 2017 oleh CV hikmah Jaya dengan kurun waktu selama 100 hari kalender berdasarkan surat perintah kerja," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (25/2/2020).

Namun, umur gedung sekolah yang dikerjakan oleh kedua pelaku tidak berumur panjang.

Pada bulan Mei 2019 hasil pekerjaan pembangunan mengalami perubahan struktur pada atap gedung RKB yang diketahui melengkung.

Kemudian pada hari Jumat tanggal 17 Januari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB ruang kelas IV dan V  mengalami ambruk.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved