Breaking News:

Berita Mojokerto

Status Kabupaten Mojokerto Ditingkatkan Menjadi Tanggap Darurat Bencana Selama Satu Bulan ke Depan

Status penanganan bencana alam di Kabupaten Mojokerto ditingkatkan dari siaga menjadi tanggap darurat bencana.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Tanda peringatan tanah longsor di dekat lokasi abrasi sungai Marmoyo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (29/2/2020). 

Status penanganan bencana alam di Kabupaten Mojokerto ditingkatkan dari siaga menjadi tanggap darurat bencana

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - BPBD Kabupaten Mojokerto meningkatkan penanganan bencana alam dari status siaga menjadi tanggap darurat bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zain menjelaskan, peningkatan status tersebut telah berdasarkan hasil kajian dan evaluasi di lapangan perlunya penanganan bencana alam secara khusus.

Muhammad Zain menyebut, perubahan status siaga menjadi tanggap darurat sesuai intruksi dan sudah ditandatangani oleh dari Bupati Mojokerto, Kamis (27/2/2020).

Cara Mudah Mengecek Ranking Hasil Tes SKD CPNS 2019, Penentuan Lolos Tidaknya ke Tahap Ujian Tes SKB

Inilah Jadwal Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2019, Peserta yang Lulus Bisa Lanjut ke Tahap Tes SKB

Via Vallen Pamer Ranu Manduro Mojokerto di Instagram, Disparpora Tanggapi Begini soal Postingannya

Status tanggap darurat bencana di Kabupaten Mojokerto, kata dia, akan berlaku hingga satu bulan ke depan.

"Secara resmi peningkatan status siaga menjadi tanggap darurat bencana di Kabupaten Mojokerto sejak 27 Februari," ungkapnya kepada Surya ( grup TribunMadura.com ), Sabtu (28/2/2020).

"Status berlaku sampai satu bulan ke depan, pada 27 Maret 2020," 

Ia mengatakan, adanya peningkaan tanggap darurat bencana ini diharapkan seluruh stakeholder mampu bekerja sama saling bersinergi untuk ikut berpartisipasi respon cepat penanganan bencana alam.

"Diharapkan pemangku kebijakan seluruh instansi bisa bekerjasama dalam penanganan musibah," ungkap dia.

Rawan Dijadikan Tempat Mesum, Ratusan Rumah Kos Ilegal di Mojokerto Terancam Sanksi Berat Penyegelan

Kebelet Buang Air Besar, Bocah SD Tenggelam setelah Terseret Arus Deras di Sungai Bedadung Jember

"Karena kita BPBD tidak bisa sendiri harus ada sinerginitas antara lembaga ata instansi untuk respon cepat tanggap bencana ini," jelasnya.

Ditambahkannya, musibah banjir yang disebabkan meluapnya sungai di berbaga titik bisa segera ditangani.

Rencananya, pihaknya akan mengumpulkan seluruh perwakilan stakeholder untuk lebih mempercepat penangangan bencana, khususnya Perum Jasa Tirta yang berwenang menangani sebagian sungai di wilayahnya.

"Terkait sungai tersebut dapat mengambil langkah-langkah luar biasa diluar giat rutin baik sumberdaya manusia maupun dana bisa, dengan dana tidak terduga," ucap dia.

"Baik Provinsi Jatim atau kabupaten, sesuai wilayah kewenangannya masing-masing," ujar Zaini. (don/ Mohammad Romadoni).

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Jember Ambruk Akibat Diterjang Hujan, R4 Dilarang Melintas

Puncak Musim Hujan di Pamekasan, Bupati Minta Warga dan Seluruh Instansi Tingkatkan Kewaspadaan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved