Kagetnya Pekerja Saat Pertokoan Jompo di Jember Bergerak dan Bergetar, Mereka Semburat Lari & Lompat

Kagetnya Pekerja Saat Pertokoan Jompo di Jember Bergerak dan Bergetar, Mereka Semburat Lari & Lompat.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNMADURA.COM/SRI WAHYUNIK
Ruko milik Pemkab Jember yang berada di Pertokoan Jompo, menggantung di atas Sungai Jompo. Bangunan tersebut dibangun tahun 1976, dan sebagin ruko ambruk dalam amblasnya Jl Sultan Agung 

Kagetnya Pekerja Saat Pertokoan Jompo di Jember Bergerak dan Bergetar, Mereka Semburat Lari & Lompat

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Deretan Pertokoan Jompo di Jl Sultan Agung diketahui bergerak, Selasa (3/3/2020) siang.

Dari informasi yang dihimpun, bergeraknya pertokoan di kawasan yang tanahnya amblas, dan retak itu tidak berlangsung lama.

Namun gerakan itu menimbulkan getaran.

Tak pelak hal itu membuat kaget beberapa orang pekerja di salah satu ruko di sisi barat yang sedang mengosongkan tempat usaha tersebut.

Fakta Baru Amblesnya Jalan Nasional di Jember, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Rekaman CCTV

Fakta-Fakta Jalan Nasional di Jember Ambles, Gemuruh Suara hingga Robohkan Bangunan Toko Sekitarnya

Imbas Jalan Nasional di Jember Ambles, Jalan Sultan Agung Ditutup untuk Sementara Waktu

Andi, salah satu pekerja mengatakan, dirinya bersama beberapa rekan kerjanya sedang menyelesaikan pengosongan tempat usaha mereka. "Tiba-tiba bergetar sedikit, seperti gempa kecil. Karena takut, akhirnya lari," ujar Andi.

Temannya yang bernama Rusdi sedang berada di lantai 2. Karena panik, dia memilih melompat dari lantai 2 yang tingginya sekitar 2,5 meter dari lantai. Beruntung Rusdi selamat setelah melompat dari lantai 2. Dia mengalami syok.

Seorang petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII yang ditemui di lokasi menceritakan bangunan yang bergerak tersebut. "Tadi memang bergerak, akhirnya membuat bangunan ruko semakin miring," ujar petugas tersebut.

Pertokoan Jompo itu dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Jember di tahun 1976 di Jalan Sultan Agung. Pertokoan itu terdiri atas deretan ruko. Pemkab Jember mencatat ada 31 ruko yang menjadi aset Pemkab Jember di deretan sisi selatan Jl Sultan Agung.

Pertokoan itu berada berdiri di sempadan Sungai Jompo. Ketika dibangun tahun tersebut, tidak ada aturan larangan pendirian bangunan di sempadan sungai. Menteri Pekerjaan Umum lantas mengeluarkan aturan perihal larangan pendirian di sempadan di tahun 2015. Bangunan harus berjarak dari palung sungai. Jaraknya tergantung pada jenis sungainya, apakah sungai yang dikelola pihak kabupaten, provinsi, atau pusat.

Sejak setahun lalu, terjadi penurunan aspal di jalan nasional yang berada di kawasan Pertokoan Jompo tersebut. Tidak hanya itu, juga terjadi longsor di tebing sungai di bawah pertokoan dan jalan tersebut.

Puncaknya terjadi pada Senin (2/3/2020) pagi kemarin. Jalan nasional itu amblas sepanjang 45 meter. Amblasnya jalan itu juga membawa serta 10 ruko. 10 unit ruko itu jatuh ke Sungai Jompo.

Sisa ruko yang berdiri menunjukkan pondasi ruko menggantung di atas sungai. Sisa ruko yang masih berdiri akan dibongkar juga. Sebelum dibongkar, pemilik usaha diminta mengosongkan tempat usaha mereka. Karenanya sejak kemarin, para pemilik usaha memindahkan barang mereka. Pemindahan barang itu masih berlangsung pada Selasa (3/3/2020).

Penulis : Sri Wahyunik

Editor : Sudarma Adi

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved