Perahu Nelayan Meledak

Polair Polres Sumenep Mengaku Kesulitan Awasi Nelayan Gunakan Bom Ikan di Laut

Penggunaan bahan peledak atau bom ikan dalam menangkap ikan masih rutin dilakukan oleh warga nelayan kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kasat Polair Polres Sumenep, Iptu Agung Widodo (gunakan mix/pengeras suara) dalam sebuah pertemuan dengan Nelayan Sarkak di Sumenep benerapa waktu lalu. 

Polair Polres Sumenep Mengaku Kesulitan Awasi Nelayan Gunakan Bom Ikan di Laut

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Penggunaan bahan peledak atau bom ikan dalam menangkap ikan masih rutin dilakukan oleh warga nelayan kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura.

Informasi yang dihimpun TribunMadura.com, meskipun alat bom ikan tersebut jelas dilarang untuk digunakan menangkap ikan di laut, hingga sekarang masih marak dilakukan oleh warga kepulauan Sumenep dan bahkan terjadi sejak puluhan tahun lalu.

Terbaru, Amir (30) salah satu dari 7 nelayan Pulau Sapeken, Sumenep ini jadi korban yang tewas akibat ledakan bom ikan bersama teman - temannya pada Hari Senin (2/3/2020) pukul 15.00 WIB.

Nelayan yang Hilang Akibat Perahu Nelayan Sumenep Meledak, Hari ini Ditemukan, Begini Kondisinya

Perahu Nelayan Pengebom Ikan di Sumenep Meledak, Polisi Beber Kronologi, Senjata Makan Tuan

BREAKING NEWS - Kapal Nelayan Meledak di Sumenep, 6 Nelayan Selamat, Satu Lainnya Belum Ditemukan

Untungnya, enam nelayan lainnya selamat, diantaranya bernama Tamma, Anton, Jefri, Surji, Indri dan Erpan.

"Korban bernama Amir itu telah ditemukan oleh pihak keluarganya, meninggal dunia diduga akibat terkenana bom ikan saat menangkap ikan," kata Kasubag Humas Polres Sumenep, Selasa (3/3/2020).

Terpisah, Kasat Polair Polres Sumenep Iptu Agung Widodo mengaku kesulitan dalam mengawasi para nelayan pulau terluar ini yang menggunakan alat peledak saat menangkap ikan di laut pulau Sapeken.

"Sebetulnya kita sudah berburu dan sampai anggota saya kesana, tiarap. Berbuat lagi," kata Agung Widodo.

Meskipun Iptu Agung Widodo sudah mengetahui pelaku yang gunakan bom ikan warga di pulau Sapeken, namun merasa keulitan untu melakukan pemantauan nelayan pengrusak tersebut.

"Kapal kita tidak mampu disana, kita kapal panjangnya cuman 10 dan lebar dua setengah meter. Mungkin baru keluar sudah digulung ombak," tuturnya.

Sedangkan di pulau Sapeken itu kata Iptu Agung Widodo, Polsek Sapeken memang memiliki kapal untuk digunakan patroli dan disana sudah biasa patroli.

"Iya itu (pelakunya) sembunyi - sembunyi, begitu kita keluar dia lari. Susah dan laut disana luas. Utaranya pulau pagerungan kecil disana luas. Ke utaranya langsung perairan luas dan sampai sana sudah Sulawesi," tuturnya.

Dari ituahkatanya, pihaknya melakukan langkah - langkah akhir dengan berkoordinasi pada Kasatpolair Banyuwangi, Pasuruan dan Situbondo.

"Karena informasinya bahan peledak dari itu, jadi kita koordinasinya Satpolair jajaran," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved