Breaking News:

Tak Sadar Pria di Malang Diincar Polisi Promo Burung Langka di FB, Diciduk Saat Transaksi di Warung

Pria 30 tahun asal Kedungkandang, Kota Malang itu ditangkap karena terlibat transaksi satwa langka burung Nuri Bayan dan burung Nuri Kepala Hitam.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Agus Setiawan ditangkap Satreskrim Polres Malang, Senin (10/2/2020). Pria 30 tahun asal Kedungkandang, Kota Malang itu ditangkap karena terlibat transaksi satwa langka jenis burung Nuri Bayan (Eclectus Roratus), dan burung Nuri Kepala Hitam (Lorius Lory). 

Tak Sadar Pria di Malang Diincar Polisi Promo Burung Langka di FB, Diciduk Saat Transaksi di Warung

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Agus Setiawan ditangkap Satreskrim Polres Malang, Senin (10/2/2020).

Pria 30 tahun asal Kedungkandang, Kota Malang itu ditangkap karena terlibat transaksi satwa langka jenis burung Nuri Bayan (Eclectus Roratus), dan burung Nuri Kepala Hitam (Lorius Lory).

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menerangkan, tersangka tertangkap saat melakukan transaksi di warung di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Heboh WNI Kena Virus Corona, Masker & Hand Sanitizer di Minimarket di Malang Jadi Langka

Pakai Jaket Ojek Online, Pelaku Jambret Tas Emak-emak Hingga Terseret di Malang, Kondisi Luka Lecet

Diskon 50 Persen Tiket Pesawat untuk Wisatawan Tujuan Malang, Pelaku Wisata Siap Sambut Pelancong

"Tersangka melakukan transaksi dengan menggunggah burung langka di Facebook. Media sosial itu jadi sarana pemasaran tersangka menjual satwa dilindungi itu,"ujar Hendri ketika gelar rilis di Polres Malang, Selasa (3/3/2020).

Hendri menambahkan, tersangka mendapatkan satwa langka itu dari Sorong, Papua. Burung langka tersebut dikirim melalui kapal dengan paket ekspedisi. Hingga berhasil mendarat di tangan tersangka.

"Tersangka awalnya membawa 25 satwa dilindungi. Ada yang mati saat perjalanan. Sisa yang masih hidup sebanyak 19 ekor. Lalu terjual ada 11 ekor,” kata pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu.

Agus menjual burung dagangannya sebesar Rp 1 juta hingga Rp 1,4 juta per ekor. Harga yang didapat tersangka dari pengepul Rp 350 ribu.

Tersangka dijerat pasal pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Hukumannya paling lama 5 tahun penjara.

Hendri masih melakukan pendalaman terkait yang jaringan tersangka Agus Setiawan dalam perdagangan satwa langka.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved