Kamis, 7 Mei 2026

Hari ke 9 Puasa Rajab, Lengkapi Menjadi 10 Hari, Sertakan Amalan Sunnah, Ganjaran Besar Menanti

Pada hari ini, Rabu (4/3/2020), tepat masuk pada hari ke 9 bulan Rajab dan masih disunnahkan untuk puasa Rajab.

Tayang:
Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com (Sumber: pngguru dan istimewa)
Umat muslim puasa Rajab 

Hari ke 9 Puasa Rajab, Lengkapi Menjadi 10 Hari, Sertakan Amalan Sunnah, Ganjaran Besar Menanti

TRIBUNMADURA.COM - Pada hari ini, Rabu (4/3/2020), tepat masuk pada hari ke 9 bulan Rajab dan masih disunnahkan untuk puasa Rajab.

Lengkapi puasa Rajab sampai 10 hari, maka semua permintaan akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Umat muslim yang melakukan puasa Rajab 10 hari penuh juga akan mendapatkan fadhilah atau keutamaan yang lain.

Selain puasa Rajab, di bulan Rajab juga disunnahkan untuk mengamalkan amalan-amalan sunnah lainnya.

Umat muslim sudah memasuki bulan Rajab pada Selasa (25/2/2020) lalu. 

Bulan Rajab ini adalah bulan yang mulia bagi umat Islam di samping bulan Ramadan. 

Begini Cara Mudah Mengecek Ranking Hasil Tes SKD CPNS 2019, Bisa Lanjut ke Tes SKB Jika Lolos

Info Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2019 di Sampang, Simak Jadwal Pelaksanaan Tes SKB di Sini

Bulan Rajab merupakan bulan yang mulia, lalu umat muslim akan memasuki bulan syaban dan bulan Ramadan.

Bulan Rajab dikategorikan sebagai bulan mulia selain bulan Ramadan, bersama Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram.

Di bulan ini pula, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa Rajab

 

Puasa Rajab tahun 2020 bisa ditunaikan mulai Selasa kemarin (25/2/2020).

Dikutip Tribunnews.com (grup TribunMadura.com ) dari dakwahuii.com, tidak ada ketentuan berapa hari dalam melaksanakan puasa Rajab.

Namun dalam sebuah hadits disebutkan, pahala satu hari puasa sama dengan sebulan puasa, 7 hari puasa akan ditutupkan pintu neraka, delapan hari puasa akan dibukakan pintu surga, dan 10 hari puasa akan diijabah keinginannya.

Dengan begitu, puasa Rajab dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

doa bulan Rajab

Karena merupakan bulan haram, maka tidak heran jika di kalangan masyarakat muslim banyak yang melakukan amal-amalan ketaatan di bulan ini, termasuk menunaikan puasa  Rajab.

Terdapat 4 (empat) bulan haram yang dikenal tradisi Islam, ketiganya secara berurutan adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satunya adalah bulan Rajab.

Beberapa alasan kenapa bulan-bulan tersebut dinamakan bulan haram adalah:

Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu.

Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)

GAJI PNS yang akan Diterima CPNS 2019, Berikut Besaran di Semua Golongan, Belum Termasuk Tunjangan

Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Terjemahannya:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana  merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah : 36)

Keutamaan Puasa Rajab

Ilustrasi puasa sunnah bulan Rajab
Ilustrasi puasa sunnah bulan Rajab (Kolase TribunMadura.com (Sumber: Islamidia dan Pinterest))

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan-bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah SAW bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah):

"Usamah berkata pada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang."

Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih Imam Muslim.

Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan.

Nabi bersabda, “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah).

Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu.

Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban.

Rajab juga terkategori Al-Asyhur Al-Hurum di samping Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Disebutkan dalam Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram dan Rajab.

Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah  al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang  puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

 

Keistimewaan Bulan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keistimewaan atau fadhilah dan kekhususan puasa bulan Rajab :

Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdoa: “Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8  hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."

Sabda Rasulullah SAW lagi:

“Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang
membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”. 

Niat Puasa Bulan Rajab

Berikut ini niat puasa Rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta'alaa. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Niat Puasa Rajab, Berapa Hari Ketentuan Berpuasa di Bulan Rajab? Ini Pahala Jika Puasa 7 Hari

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved