Breaking News:

Ikon Gerbang Salam Pamekasan Dituding Jadi Alat Politik

Sebagian kalangan pemuda di Pamekasan menghendaki agar jargon Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam dihapus atau Gerbang Salam dijadikan roh pendidikan

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/MUCHSIN RASJID
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, menerima cendera mata berupa lukisan dirinya, karya santri Ponpes Bata-Bata, yang diserahkan oleh sesepuh FAJP, Amiril. 

Menurut Nur Faisal, yang juga Ketua Carateker DPD KNPI Pamekasan, karena selama ini hanya dijadikan alat sentiment politik, tentu bisa menghambat pembangunan dan kemajuan Pamekasan, termasuk tersendatnya masuknya investasi ke Pamekasan.

“Jika Gerbang Salam ditafsirkan salah dan setiap sesuatu dilakukan pendekatan secara politik, itu sudah melenceng. Maka substansi tujuan Gerbang Salam yang dicanangkan sejumlah ulama dan umaro, belasan tahun lalu, selama ini hanya sia-sia. Sehingga perlu terobosan baru, duduk bersama bagaimana memaknai Gerbang Salam itu,” papar Nur Faisal, yang juga, salah satu dosen STIS ( Sekolah Tinggi Ilmu Syariah) Nuruddhalam, Sumenep.

Diakui, karena Gerbang Salam diterapkan lewat sentimen politik, sehingga setiap terjadi sesuatu, seperti pelanggaran asusila, norma agama, termasuk sejumlah kegiatan di Pamekasan gagal digelar, karena dianggap tidak sesuai dengan dengan konsep Gerbang Salam.

Dan ini memberi persepsi pemimpin di Pamekasan tidak berhasil, karena dianggap tidak menjalankan konsep Gerbang Salam.

Karenanya, Nur Faisal, mantan aktivis mengajak agar penerapan Gerbang Salam melalui sistem pendidikan, mulai tingkat SD hingga SMA.

Bila selama ini hanya sebatas gerakan moral, akan menjadi gerakan terapan untuk menjawab tantangan masa depan pemuda Pamekasan. Mulai persoalan acaman narkoba, hidonesme, liberalisasi budaya.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, juga meminta masukan kepada akademisi, politisi, akdemisi dan tokoh masayarakat yang saat itu hadiri, untuk mempertegas Gerbang Salam yang telah diterapkan selama ini di Pamekasan.

Ibu-Ibu di Malang Dijambret 1 Orang Pria Misterius Sepulang Belanja, Uang Rp 200 Ribu dan 2 HP Raib

“Apakah jual beli jabatan masuk Gerbang Salam, tolong kami dibantu. Di kabupaten ini, tidak boleh lagi ada jual beli jabatan. Dan tahun ini, kami kerja sama dengan pesantren, terdapat 1.700 anak yang akan kami mondokkan. Jika ini memakai terminologi Gerbang Salam, apakah nyambung atau tidak. Baru kemudian kami ingin membangun pertumbuhan ekonomi melalui konsep desa tematik,” ungkap Baddrut Tamam.

Moh Ali Hisam, mengatakan, jika Gerbang Salam di Pamekasan ini menjadi masalah, ia menyarankan agar duduk satu meja, antara ulama dan umarok meluruskan kembali ide-ide itu, apa penerjemahannya, sehingga tidak ada lagi kesan dari pekerja seni di Pamekasan yang memasuk kretavitas mereka.

“Kalau ada protes itu salah, harus ada solusi. Misalnya karapan sapi dinilai haram, apa solusinya, ada sapi sono’. Mungkin ada kesenian yang tidak melanggar syariah. Termasuk membangung wisata syariah,” papar Ali Hisam.

Semalam Anda Mimpi Menikah, Inilah 8 Arti Mimpi Menikah dengan Pacar, Mantan, Sahabat & Orang Asing

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved