Breaking News:

Usai Wabah Virus Corona, Wabah Demam Berdarah Juga Harus Diwaspadai, Data ini Membuat Waspada

Wabah virus corona masih belum selesai menyebar, kini di musim hujan muncul wabah demam berdarah.

Editor: Aqwamit Torik
istimewa
Nyamuk Aedes Aigypti pembawa penyakit demam berdarah 

Ketika pasien anak telah terdiagnosis DBD oleh pusat pelayanan primer atau Puskesmas dan butuh penanganan lebih lanjut di rumah sakit, tidak jarang orang tua yang justru merawat sendiri anaknya di rumah dan tidak membawa anaknya segera ke rumah sakit rujukan.

"Makanya banyak pasien itu, apalagi pasien anak yang datang terlambat (ke rumah sakit)," kata dia.

Ketika pasien anak sudah mengalami kondisi fase kritis DBD dan terjadi shock, inilah yang cenderung berakhir dengan kematian.

Dicontohkan Nadia, ada kejadian seorang anak yang lagi proses untuk dirujuk kembali ke rumah sakit, yang awalnya menolak rujuk.

Pasien itu terlambat dan meninggal dunia ketika baru masuk UGD rumah sakit.

Keadaan terlambat datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan optimal dari pihak medis yang berujung kematian ini berlaku pada semua golongan usia, bukan hanya pada anak-anak.

Oleh sebab itu, setidaknya Anda dapat mengenali gejala-gejala pertanda terinfeksi virus dengue penyebab penyakit DBD.

Gejala Pada pasien anak-anak dan remaja, seringkali kasus demam berdarah ringan tidak memiliki gejala.

Namun, merangkum dari Mayo Clinic, ketika gejala muncul pada anak-anak dan remaja biasanya mereka sudah empat hingga tujuh hari terinfeksi.

Saat itu, gejala yang terlihat seperti berikut ini:

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved