Pedofilia Pasuruan Ditangkap Polisi

Pedofilia Asal Pasuruan Diduga Pakai Hipnotis untuk Pengaruhi Korban, Begini Cara Pelaku Beraksi

Tersangka pedofilia asal Kabupaten Pasuruan diduga menggunakan hipnotis kepada korbannya,

TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Musdalifa (47) saat di Polres Pasuruan, Selasa (17/3/2020). 

Tersangka pedofilia asal Kabupaten Pasuruan diduga menggunakan hipnotis kepada korbannya

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda menjelaskan kronologi pengungkapan kasus penculikan, penyekapan, dan pencabulan pedofilia Mustofa alias Musdalifa (47).

AKP Adrian Wimbarda mengatakan, aksi penculikan, penyekapan, dan pencabulan tersangka pedofilia terjadi 23 Februari 2020.

Saat itu, korban bernama STN dan temannya, FHM, sedang berada di area Alun-alun Bangil, tepatnya di depan Masjid Jami Bangil.

BREAKING NEWS - Pedofilia Asal Pasuruan Ditangkap Polisi, Punya Sejumlah Sejarah Kejahatan

RSUD Pamekasan Ditunjuk Jadi Rujukan Penanganan Pasien Virus Corona, Pakai Pengaman Pintu Dua Lapis

Ancaman Virus Corona Tak Hambat Persesa Sampang Gelar Uji Coba Jelang Kompetisi Liga 3 2020

Tak lama, tersangka tiba-tiba datang dan bergabung dengan korban.

Padahal saat itu, korban dan tersangka tidak saling kenal.

Dari pemeriksaan saksi, diceritakan jika tersangka sempat menepuk punggung korban.

"Katanya, tepukan tersangka ke punggung korban ini merupakan guna-guna atau hipnotis," kata AKP Adrian Wimbarda, Selasa (17/3/2020) siang.

"Dan membuat korban tidak sadarkan diri," sambung dia.

AKP Adrian Wimbarda menjelaskan, tersangka kemudian mengajak korban dan temannya ke rumahnya di Grati.

Info Promo KFC Crazy Deal 5 Potong Ayam Berlaku 3 Hari Saja, Richeese Factory Juga Sediakan Promo

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved