Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA TERPOPULER MADURA: Kabar Pasien Terduga Virus Corona hingga Penunjukan RSUD Pamekasan

Berita terpopuler TribunMadura.com dari kabar pasien terduga virus corona di Sumenep hingga penunjukan RSUD Dr H Slamet Martodirdjo jadi rujukan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
RSUD Dr H Slamet Martodirdjo, Kabupaten Pamekasan, Kamis (23/1/2020). 

Mazhar juga memastikan, hingga saat ini, di Pamekasan belum ada pasien yang terjangkit virus korona.

Dia juga meminta masyarakat Pamekasan tidak takut dan panik secara berlebihan.

Sebab, menurutnya, jika dibanding dengan virus mematikan lain seperti SARS dan MERS, angka kematian virus corona jauh lebih rendah.

Tetapi, pihaknya mengimbau tetap siap siaga dan tetap antisipasi dini harus dilakukan.

Masyarakat juga disarankan harus tetap menjaga kesehatan seperti rutin cuci tangan dan menerapkan etika batuk yang baik.

”Masyarakat harus tetap tenang. Daya tahan tubuh harus tetap dijaga. Sebab, virus corona tidak akan menjangkit warga yang memiliki daya tahan tubuh baik," ungkapnya.

”Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Jangan panik secara berlebihan. Cukup jaga pola hidup sehat dan hindari berinteraksi di pusat kemaian,” pungkas dia.

3. Penurunan Jumlah Wisatawan ke Madura

Penyebaran virus corona atau Covid-19 memberikan dampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan.

Bahkan, kunjungan wisatawan ke Madura pada Maret 2020 turun hingga 70 persen.

Ketua Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM), Ahmad Vicky Faisal menyatakan, pengusaha pariwisata yang bergerak di transportasi menjadi pelaku usaha yang paling merasakan dampaknya.

Menurut Ahmad Vicky Faisal, banyak klien yang membatalkan pemesanan pemakaian transportasi Bus untuk melakukan kunjungan wisata ke Madura.

"Laporan dari anggota ASPRIM ke saya, mereka ini para pengusaha transportasi Bus pariwisata paling terkena dampaknya," kata Ahmad Vicky Faisal kepada TribunMadua.com, Selasa (17/3/2020).

Pria yang karib disampai Vicky ini juga mengutarakan, untuk level lokal, arus pengunjung masih berjalan normal.

Penurunan kunjungan wisata ini diakuinya terjadi pada wisatawan dari luar Madura.

Penurunan wisatawan tersebut kata Vicky mencapai hingga 70 persen.

Selain pengusaha travel bus yang mengalami dampak virus corona ini, kata Vicky, pengelola penginapan seperti hotel juga mengalami penurunan omset.

“Intinya yang berhubungan dengan kunjungan dari luar pasti terdampak mulai dari bus hingga hotel dan restoran," ujarnya.

"Bagusnya, untuk lokal Madura masih aman. Tapi jelas omset kami tidak seperti biasanya,” keluhnya.

Dampak lain, dia mengakui juga terjadi pada kunjungan wisawatan ke destinasi wisata di Madura, khususnya yang akan berwisata ke Pamekasan.

Kata Vicky, Maret memang bukan puncak kunjungan wisatawan asing.

Namun, dibanding tahun-tahun sebelumnya, Maret tahun ini menurutnya paling sepi.

Biasanya, kata dia, saat Maret sejumlah pelancong dari Asia mulai berdatangan sebelum bulan puasa tiba.

Tidak hanya itu, pelantikan dan rapat kerja ASPRIM terpaksa di Hotel Kangen, Kabupaten Sumenep, ditunda.

Semula. pelantikan dan rapat kerja ASPRIM berlangsung pada 18 - 19 Maret 2020.

“Ya teman-teman pengurus meminta penundaan sampai batas waktu mengikuti kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Sejumlah Tempat Wisata di Sumenep Ditutup hingga Akhir Maret 2020, Antisipasi Wabah Virus Corona

Satu Pasien ODP di Sumenep Dirujuk ke Surabaya, Dokter Bantah Pasiennya Terindikasi Virus Corona

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Kompetisi U-15 Askab PSSI Sumenep Dihentikan Selama Dua Pekan

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved