Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur

MUI Jatim Belum Berlakukan Fatwa Larangan Salat Jumat dan Jamaah Lima Waktu Karena Virus Corona

Jawa Timur belum memberlakukan penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah virus corona.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
ilustrasi - MUI Jatim Belum Berlakukan Fatwa Larangan Salat Jumat dan Jamaah Lima Waktu Karena Virus Corona 

Jawa Timur belum memberlakukan penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah virus corona

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengajak masyarakat untuk lebih mencermati Fatwa MUI no 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah virus corona.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Jatim, Ainul Yaqin menegaskan, fatwa MUI tidak melarang orang melaksanakan salat Jumat dan salat jamaah lima waktu dengan alasan adanya wabah virus corona.

Ainul Yaqin menjelaskan, fatwa MUI tersebut disebutkan ada kondisi-kondisi tertentu yang merupakan pengecualian, di mana orang tidak dianjurkan untuk salat di masjid.

Beredar Kabar di WhatsApp RSUD Pamekasan Rawat Pasien Positif Virus Corona, Rumah Sakit Membantah

Penemu Virus Corona Pernah Tulis Puisi, Aku Tak Ingin Jadi Pahlawan, Viral Kalimat Terakhirnya

Cegah Penyebaran Virus Corona, Rutan Kelas IIB Sampang Pangkas Jam Besuk dan Jumlah Pengunjung

Yang pertama, kata dia, adalah orang yang jelas terpapar atau positif terjangkit  virus corona.

"Yang kedua adalah orang-orang yang berada di daerah yang mempunyai risiko ancaman yang tinggi tertular virus corona atau resiko ancaman yang tidak terkendali," ucap Ainul, Rabu (18/3/2020).

Pada poin kedua, untuk memutuskan daerah tersebut mempunyai risiko ancaman tinggi, harus memperhatikan keputusan otoritas yang mempunyai kewenangan, dalam hal ini adalah pemerintah provinsi.

"Jadi harus menggunakan basis data yang benar yang dilakukan oleh otoritas, baru itu menjadi dasar. Sedangkan sampai saat ini belum ada keputusan bahwa Jawa Timur gawat," ucapnya.

Atau juga jika ada kebijakan lockdown secara menyeluruh di daerah tersebut untuk menghentikan interaksi dalam rangka memotong lintasan virus maka dapat diterapkan kebijakan tidak melaksanakan salat Jumat ataupun salat jamaah rawatib di daerah tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam Fatwa MUI no 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19, menyebutkan bahwa dalam kondisi penyebaran virus corona tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat di kawasan tersebut.

Kondisi itu berlaku sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantinya dengan salat zuhur di tempat masing-masing.

Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran Covid-19 seperti jamaah salat lima waktu atau rawatib salat tarawih dan ied di masjid atau di tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

Dinobatkan Jadi Artis Bayaran Termahal di Indonesia, Raffi Ahmad Bongkar Sisi Gelap Dunia Hiburan

RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep Tak Ditunjuk Jadi Rujukan Penanganan Pasien Virus Corona di Madura

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved