Breaking News:

Berita Surabaya

Cara Licik Komplotan Surabaya, Buka Gudang Tempat Parkir, Gelapkan Ribuan Bola Lampu Rp 1,6 Miliar

Cara Licik Komplotan Surabaya, Buka Gudang Tempat Parkir, Gelapkan Ribuan Bola Lampu Rp 1,6 Miliar

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Saat menunjukkan para pelaku kejahatan jalanan termasuk penggelapan barang bola lampu. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membongkar aksi penggelapan barang milik perusahaan di Surabaya.

Berdasarkan pantauan TribunMadura.com, aksi penggelapan barang milik perusahaan itu dilakukan oleh tujuh pelaku.

Namun, yang tertangkap masih empat orang.

Empat orang tersebut di antaranya berinisial S (43) warga Bangkalan Madura, K (47) warga Menganti Gresik, B (43) warga Pulo Wonokromo dan IS (43) warga Kenjeran Surabaya.

Sementara, tiga orang lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Aksi penggelapan itu dilakukan komplotan ini setelah berpura-pura melamar pekerjaan sebagai driver di perusahaan yang bergerak dibidang produksi bola lampu, Januari 2020 lalu.

Setelah diterima, salah satu pelaku yang DPO berinisal MY yang merupakan sopir kontainer beberapa kali mengantarkan barang dari pabrik ke gudang di wilayah Rungkut tanpa ada kendala.

Karena dinilai tak bermasalah, perusahaan kemudian mempercayai MY untuk mengantar kontainer berisi bola lampu itu ke Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

"Namun saat pengiriman ke tiga, tersangka MY yang masih DPO menghubungi teman-temannya untuk membukakan gudang tempat parkir di wilayah Sidoarjo guna menggelapkan ribuan bola lampu milik perusahaan tersebut,"kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Dimas Ferry Anuraga, Kamis (19/3/2020).

Karena tak kunjung datang, perusahaaan sempat mengkonfimasi tersangka melalui ponselnya.

"Nomor tidak aktif, kemudian korban melaporkan kepada kami. Sehingga kami lakukan penyelidikan beberapa bulan dan kami temukan kontainer ada di wilayah Sidoarjo," tambah Dimas.

Darisana polisi mendapat informasi terkait beberapa tersangka yang masih ada di pool trailer sehingga berhasil menangkap empat tersangka yang terlibat dalam kejahatan tersebut.

Saat diinterogasi, para pelaku yang tertangkap mengaku jika aksi kejahatannya di diotaki oleh MY yang kini masih DPO.

"Barang tersebut dijual di Sidoarjo, dan pembelinya secara perorangan dojual melalui online dan antar mulut ke mulut. Kami masih mendalaminya dan mengejar otak pelaku yakni MY," tandas Dimas.

Akibat kejadian itu, perusahaan tersebut mengalami kerugian mencapai 1,6 Milyar Rupiah

Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved