Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Surabaya

Surabaya Masuk Zona Merah Virus Corona, Pedagang Pasar Tradisional Mengeluh Ditinggal Pembeli

Aktivitas di sejumlah pasar tradisional di Surabaya mulai sepi lantaran dampak penyebaran virus corona.

TRIBUNMADURA.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Pedagang sembako di Pasar Wonokromo, Rahayu, Jumat (20/3/2020). 

Aktivitas di sejumlah pasar tradisional di Surabaya mulai sepi lantaran dampak penyebaran virus corona

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penyebaran virus corona hingga ke Jawa Timur berdampak pada aktivitas di sejumlah pasar tradisional.

Di Pasar Wonokromo dan Pasar Pucang Anom misalnya, para pedagang kini mulai kehilangan pembeli.

Pdagang sembako di Pasar Wonokromo, Rahayu mengatakan, selama puluhan tahun berjualan sembako di sini, baru kali ini pasar sepi pembeli.

Antisipasi Corona, Pemkab Sumenep Semprot Cairan Disinfektan di Beberapa Masjid dan Pasar

Bikin Macet, Lapak Pedagang dan Kendaraan yang Parkir Sembarangan di Pasar Polowijo Waru Ditertibkan

Ada 15 Kasus Positif Virus Corona di Jawa Timur Per 20 Maret 2020, Surabaya dan Malang Zona Merah

"Saya berjualan hampir 20 tahunan dan baru kali ini pasar sepi, meskipun bukan berarti tak ada satupun pengunjung," kata Rahayu, Jumat (20/3/2020).

"Tapi saya dan pedagang lainnya merasakan hal yang sama sejak 5 hari kemarin, hingga hari ini sepi, situasinya gak seperti hari-hari biasanya sebelum ada wabah corona," sambung dia.

Ia juga mengatakan, karena kondisi sepi ini pula jualannya pun juga mengalami penurunan yang drastis.

Keadaan serupa dialami para pedagang di Pasar Pucang Anom Surabaya.

Malang Masuk Zona Merah Virus Corona, Warga Tetap Laksanakan Salat Jumat Berjemaah di Masjid Agung

Pedagang sembako di Pasar Pucang anom, Rahmad Rahman mengatakan, situasi pasar mulai tidak seramai biasanya.

"Saat informasi corona masuk Indonesia kondisi pasar di sini masih ramai meski tidak seramai sebelum ada wabah corona," ungkap dia.

"Semenjak informasi virus corona sudah masuk Surabaya, pasar mulai sepi," sambungnya.

"Saya juga pusing jumlah pelanggan saya juga berkurang sehingga omzet pun ikut turun," ujar Rahmad.

Rahmad berharap agar wabah virus corona segera berakhir karena sandang pangannya hanya berasal dari penjualannya di Pasar Pucang Anom Surabaya.

Satu Pasien Positif Virus Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh, Masih Belum Diperbolehkan Pulang

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved