Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Menilik Cara Risma Hentikan Penyebaran Virus Corona, Pesan Bilik Sterilisasi hingga Turun ke Jalan

Risma membuka posko pengaduan Covid-19 dan dapur umum untuk warga Surabaya agar tetap aman dan sehat.

KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

3. Buat ratusan wastafel

Pemerintah Kota Surabaya sudah membuat ratusan wastafel yang diletakkan di berbagai fasilitas publik di Surabaya.

Risma mengatakan, jumlah wastafel portable yang sudah dipasang ada sebanyak 539 unit hingga Sabtu kemarin.

Ia pun akan menambah jumlah wastafel yang akan dipasang di ruang-ruang publik agar masyarakat mulai mengubah perilaku secara mendasar, membiasakan cuci tangan secara rutin.

"Saya pikir ini bagus. Kita harus biasakan itu (cuci tangan), jadi kita akan terus.

Totalnya sudah ada 539 wastafel, kita akan perbanyak terus untuk warga biasakan cuci tangan pakai sabun," ujar Risma. Dalam sehari, Dinas Cipta Karya Surabaya telah memasang lebih dari 10 unit wastafel.

Beberapa sekolah juga setidaknya dipasang lebih dari satu wastafel agar ketika digunakan tidak antre panjang.

BERITA TERPOPULER SELEB HARI INI: Andrea Dian Positif Corona hingga Biaya Perawatan Kumalasari Rp 8M

Gubernur Khofifah Fasilitasi Rapid Test Corona Covid-19 dan Vaksin Influenza bagi Wartawan di Jatim

Update Corona di Jatim 22 Maret: 41 Orang Positif, 999 ODP, 88 PDP

4. Sterilisasi sekolah

Pemerintah Kota Surabaya memperpanjang masa belajar di rumah bagi pelajar Kota Surabaya, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP sederajat pada 23-28 Maret 2020.

Selama masa libur, Risma melakukan sterilisasi semua sekolah yang ada di Kota Surabaya.

"Kami perpanjang dua minggu karena saya juga butuh untuk menyiapkan, kalau nanti mereka masuk sudah steril. Kami akan sterilkan seluruh sekolah," kata Risma.

Menurut Risma, ada sebanyak 1.262 SD dan SMP di Surabaya yang akan disterilisasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Selain itu, sekolah dengan jumlah siswa banyak akan ditambah dengan memasang wastafel portable supaya lingkungan sekolah benar-benar steril.

"Sebanyak 1.262 sekolah nanti akan dipasangi wastafel dan kami bagi hand sanitizer. Nanti semua sekolah juga akan disemprot disinfektan, sehingga ketika nanti mereka masuk sekolah, semuanya sudah bisa steril," tutur Risma.

"Jadi, kami tambah seminggu lagi, sambil kami punya waktu untuk disinfektan sekolah-sekolah," ujar Risma menambahkan.

Pemprov Jatim Gratiskan Biaya Tes Swab Corona bagi Pasien Dalam Pengawasan Meski Hasilnya Negatif

Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS di Sampang 23-24 Maret 2020, Melalui Online di Website BKPSDM Sampang

Edarkan Pil Koplo, Buruh Harian Lepas Ditangkap Polisi, SPBU di Nganjuk Jadi Lokasi Transaksi

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengampanyekan pentingnya social distancing di jalanan Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengampanyekan pentingnya social distancing di jalanan Kota Surabaya (Dok. Pemkot Surabaya)

5. Kampanye social distancing

Dalam beberapa hari terakhir ini, Risma terlihat langsung memberikan sosialisasi tentang pembatasan sosial di jalanan Kota Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya memang telah menerapkan pembatasan sosial atau social distancing untuk mencegah laju penyebaran virus corona di Surabaya.

Menggunakan mobil dan pengeras suara, Risma berkeliling kota sambil menyampaikan pesan agar warga yang berkerumun di ruang-ruang publik bisa jaga jarak minimal 1 meter antara satu orang dengan orang lain.

Social distancing ini sudah diterapkan Risma dalam beberapa waktu terakhir.

Cara itu dinilai penting karena bisa meminimalisasi kontak yang terlalu dekat, sehingga satu sama lain tidak terpapar cipratan cairan sistem pernapasan orang lain.

"Sakjane nggilani, koyok zaman kemerdekaan mbiyen ae. (Sebenarnya menjijikkan, seperti zaman kemerdekaan saja). Tapi gimna, karena banyak warga yang enggak tahu pentingnya social distancing," kata Risma di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Minggu (22/3/2020).

Berbagai pusat keramaian sudah dikunjungi Risma untuk mengampanyekan pentingnya social distancing, seperti Pasar Keputran, Pasar Wonokromo, Pasar Pakis, dan sejumlah tempat keramaian lainnya.

Setiap ada warga yang berkerumun di jalan, Risma juga berteriak menggunakan pengeras suara untuk saling jaga jarak. Tidak hanya di kawasan perkotaan, kampanye social distancing juga dilakukan di kampung-kampung.

"Kalau di kampung-kampung yang melakukan (pegawai) kelurahan sama kecamatan. Di kampung-kampung, suaraku yang disetel, orang-orang pada lari semua," ujar Risma.

Cara Risma itu mendapatkan respons positif dari masyarakat Surabaya.

"Banyak yang senang ya? Kayak zaman baheula, katanya zaman media sosial, kok (kampanye) seperti zaman kemerdekaan," kelakar Risma.

Seperti diberitakan, hingga Minggu (22/3/2020) pukul 17.00 WIB, pasien positif virus corona di Jatim melonjak jadi 41 orang.

Jumlah pasien positif bertambah 15 orang dari sebelumnya 26 orang.

Dari tambahan 15 orang yang dinyatakan positif corona di Jatim, 9 orang dari Surabaya, 2 orang dari Sidoarjo, 3 orang dari Malang Raya, dan 1 orang dari Kabupaten Blitar.

Dengan demikian, saat ini terdapat 29 pasien positif Covid-19 di Surabaya, Malang Raya 5 pasien, Sidoarjo 3 pasien, Magetan 3 pasien, dan Kabupaten Blitar 1 pasien.

Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya juga terus bertambah.

Hingga saat ini ada 88 PDP di Jatim, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 999 orang.

Lansia Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona Dibanding Anak Muda, Berikut 6 Cara Mencegahnya

Barbie Kumalasari Ungkap Tarif Manggung hingga Sumber Pendapatannya, Biaya Perawatan Rp 8M!

Virus Corona Dapat Bertahan di Udara, WHO Pertimbangkan Pencegahan Tambahan untuk Tenaga Medis

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengintip Cara Risma Cegah Penyebaran Virus Corona, Buat Kebijakan dan Turun ke Jalan"

Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved