Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Madura

Penyebaran Virus Corona di Indonesia Tak Memengaruhi Harga Bahan Pokok di Kabupaten Sampang

Keberadaan virus corona di Indonesia tampaknya tidak memengaruhi harga jual bahan pokok di Kabupaten Sampang, Madura.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Para pedagang beras di Pasar Srimangunan Kabupaten Sampang, Madura, Senin (23/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Virus corona atau yang dikenal sebagai Covid-19 semakin merebak di di Indonesia.

Namun, keberadaan virus corona di Indonesia tampaknya tidak memengaruhi harga jual bahan pokok di Kabupaten Sampang, Madura.

Kasi Informasi Perdagangan Disperindag Sampang, Busar Wibisono membenarkan, bahwa sebelumnya pihaknya sudah melakukan monitoring terhadap sejumlah pasar tradisional dan toko di Kota Bahari.

Hasilnya, harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan toko di Sampang tetap stabil.

Tahukah Anda Kalau Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara atau Airborne? Yuk Simak Penjelasan Dokter

Ahli THT Inggris: Studi Kasus, Mendadak Tak Bisa Mencium Bau, Gejala Baru untuk Virus Corona

Aming Kesal Lihat Orang Pakai Alat Perlindungan Diri di Supermarket: Staf Medis Makin Kekurangan APD

“Dampak isu mewabahnya Covid-19 di Sampang itu pada jumlah para pembeli di pasar maupun toko yang saat ini menjadi sepi, sedangkan untuk harganya alhamdulilah stabil,” ujanya kepada TribunMadura.com, Senin (23/3/2020).

Dijelaskan, beras kualitas super saat ini berkisar sampai Rp. sampai Rp. 12.500 sampai Rp. 13.000 perkilo.

Sedangkan, untuk beras premium KW 1 Rp. 12.000 perkilo, beras premium KW 2 Rp. 11.000 perkilo dan beras kualitas medium Rp. 9.500 perkilo.

“Daftar harga tersebut sejak awal tetap sama, jadi untuk bahan pokok jenis beras tidak ada kenaikan, begitupun dengan harga pokok lainnya,” terangnya.

Busar Wibisono menambahkan, kenaikan harga saat ini dialami oleh gula, hingga mencapai antara Rp. 15.000 sampai Rp. 16.000 perkilo, sedangkan harga normal Rp. 12.500.

Namun, kenaikan harga gula bukan disebabkan oleh wabah Covid-19 melainkan saat ini belum memasuki musim tanam tebu.

“Mudah mudahan kenaikan harga gula tidak sampai hari raya dan semoga cepat tertangani oleh pemerintah,” pungkasnya.

Nikita Mirzani, Janda Tajir dari Lahir Miliki Gaya Hidup Mewah, Ganti Tisu Toilet Pakai Segepok Uang

Gubernur Khofifah Fasilitasi Rapid Test Corona Covid-19 dan Vaksin Influenza bagi Wartawan di Jatim

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI GTV SCTV ANTV Indosiar Senin 23 Maret 2020, Ada Film Fast Furious 7

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved