Breaking News:

Wabah Virus Corona

Oknum Guru Pamekasan Sebarkan Berita Hoaks Soal Warga Postif Virus Corona, Kini Diperiksa Polisi

MS warga Kabupaten Pamekasan, Madura harus berurusan dengan polisi. Hal itu dialami setelah diketahui menyebarkan informasi hoaks via rekaman suara

KOLASE TRIBUNNEWS
ilustrasi hoax 

Menurut Ipda Suyanto, MS yang diperiksa sekitar tiga jam masih berstatus sebagai saksi.

Sementara ini, kata dia, MS masih dikenai pasal 45A ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

"Apabila jadi tersangka di pasal ini hukumannya 6 tahun penjara," bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Lemper, Hosnan mengaku tidak pernah dikonfirmasi oleh MS yang menyatakan sudah mengkonfirmasi kepada dirinya perihal berita dalam rekaman yang beredar viral melalui WhatsApp tersebut.

"Kalau ada yang mengatasnamakan saya, itu tidak benar. Saya tidak pernah mengatakan seperti itu," katanya.

Terkait warganya yang diwartakan terpapar Virus Corona oleh MS, Hosnan menyatakan tidak benar.

 "Kenyataannya masyarakat Lemper yang dinyatakan sakit itu dalam pengawasan dari pihak kesehatan," ujarnya.

"Hasil lab dan rontgen dari RSUD Pamekasan negatif.

Alhamdulillah masyarakat yang lain sehat, dan yang sakit itu sekarang sudah sehat," tutupnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved