Penangkapan Pedofilia Lamongan

BREAKING NEWS - Pelaku Pedofilia Lamongan Ditangkap Polisi, Enam Pelajar Jadi Korbannya

Pelaku kasus pedofilia itu biasa melakukan aksi bejat kepada korbannya di atas truk hingga tempat ibadah .

BREAKING NEWS - Pelaku Pedofilia Lamongan Ditangkap Polisi, Enam Pelajar Jadi Korbannya
TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono didampingi Kasat Reskrim, AKP Yoan Septi Hendri, saat ungkap kasus pelaku pedofilia, Kamis (26/3/2020) 

Pelaku kasus pedofilia itu biasa melakukan aksi bejat kepada korbannya di atas truk hingga tempat ibadah

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Satreskrim Polres Tuban mengungkap kasus pedofilia di Kabupaten Tuban, Kamis (26/3/2020).

Dari kasus itu, Satreskrim Polres Tuban memangkap seorang pria bernama  Muksin (40), warga Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, pelaku mengenal korban sekitar Januari 2020.

Wanita Blitar Diciduk Polisi Bersama Teman Dekat Perempuannya, Ketagihan Edarkan Sabu Demi Hal ini

Tindakan Aneh Pria Pedofilia asal Pasuruan ke Siswi SMA Terungkap, Paksa Bertindak di Luar Nalar

Tak hanya Menyekap Korbannya, Tersangka Pedofilia asal Pasuruan Cabuli Siswi SMA Berkali-Kali

Dari pengenalan itu, mereka bertemu secara bergantian pada waktu yang berbeda, dalam kurun waktu tiga bulan. 

AKBP Ruruh Wicaksono menyebut, ada enam korban kasus pedofilia itu.

Enam korbannya yaitu FSA (14) Lamongan, NADGS (13), MSE (15), GAS (13), MJH (12),  FASF (14), dari Kabupaten Bojonegoro.

"Korbannya enam, anak di bawah umur. Masih pelajar semua," ujar AKBP Ruruh Wicaksono saat ungkap kasus, Kamis (26/3/2020)

AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan, pelaku diketahui melakukan aksi bejatnya di sejumlah tempat.

Tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi aksi bekat itu di antaranya, kamar kos tersangka di sekitar pos bom Tuban, di atas truk, dan tempat ibadah.

BREAKING NEWS - Pedofilia Asal Pasuruan Ditangkap Polisi, Punya Sejumlah Sejarah Kejahatan

Aksi pelaku terungkap saat para orang tua korban melaporkan anaknya yang tidak pulang ke Polsek Tuban.

Laporan itu kemudian diteruskan ke unit PPA Satreskrim Polres.

"Orang tua korban tahu kalau dari salah satu teman korban bilang, jika korban ada di Tuban," ungkap AKBP Ruruh Wicaksono

"Lalu diselidiki petugas hingga berujung penangkapan pelaku," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara.(nok)

Puluhan Siswa SD di Kota Malang Diduga Jadi Korban Pedofil Guru, Polisi Periksa Ketua Komite Sekolah

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved