Berita Pamekasan

Polisi Bubarkan Balapan Liar di Depan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Mayoritas Keciduk ABG

Polres Pamekasan, Madura membubarkan dan merazia para remaja yang melakukan balap liar di depan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Puluhan sepeda motor yang hendak dipakai balapan liar saat diamankan petugas Satlantas Polres Pamekasan, Selasa (31/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Polres Pamekasan, Madura membubarkan dan merazia para pemuda yang melakukan balap liar di depan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (31/3/2020) sore.

Sebelum pembubaran dan razia dilakukan, akses jalan yang digunakan sebagai arena balap liar langsung ditutup.

Aksi kejar-kejaran antara Polisi dengan para pemuda yang melakukan balap liar tak terhindarkan.

Hasilnya, puluhan sepeda motor tanpa kelengkapan surat-surat terjaring razia.

2.020 Warga Jatim Jalani Rapid Test, 49 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

90 Santri Asal Pamekasan Pulang Kampung Naik Bus, Diperiksa oleh Tim Satgas Covid-19, Ini Hasilnya

Perahu Nelayan di Pelabuhan Branta Pesisir Disemprot Cairan Disinfektan, Cegah Sebaran Virus Corona

Sore itu, pembubaran langsung dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto, dan didampingi oleh Pejabat Utama Polres Pamekasan beserta puluhan anggota gabungan Polres setempat.

Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari melalui Kasubbaghumas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah PS mengatakan, pembubaran berkumpulnya para pemuda yang melakukan balap liar ini dilakukan sesuai Maklumat Kapolri Nomor: MAK/2/III/2020 untuk menghindari penyebaran virus corona ( Covid-19 ).

Dia mengaku, berhasil mengamankan 61 kendaraan roda dua, dengan rincian 28 kendaraan roda dua dilakukan penilangan dan 33 kendaraan roda dua belum dilakukan penilangan lantaran ditinggal pemiliknya.

"Razia gabungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari keresahan dan laporan masyarakat yang merasa tidak nyaman lantaran aktivitas para pemuda yang melakukan balap liar tersebut mengganggu ketertiban umum," kata AKP Nining Dyah PS kepada TribunMadura.com.

Jeruk Lemon Lokal Laris Diburu, Mengandung Senyawa yang Dipercaya Sebagai Penangkal Virus Corona

UPDATE Cegah Corona di Surabaya, Jalan Tunjungan & Darmo Kembali Ditutup Mulai Besok, Lihat Jamnya!

Koran Tidak Bisa Menyebarkan Virus Corona, Yuk Simak Penjelasan Ilmiahnya

Selain diberikan sanksi berupa tilang sebagai efek jera, bagi mereka yang ingin mengambil motornya, kata AKP Nining Dyah diwajibkan menunjukkan surat-surat lengkap dan mengembalikan sepeda motornya dengan spesifikasi standar yang sesuai ditetapkan.

Kemudian dia mengaku juga melakukan pembinaan kepada pengendara yang rata-rata masih ABG supaya sadar akan bahaya menggunakan motor yang tidak sesuai standar.

Lebih lanjut, AKP Nining Dyah PS mengimbau kepada para pengguna jalan raya agar tertib dalam berlalu lintas dan tidak terlibat dalam balap liar.

Menurutnya, ajang balap liar sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara, bahkan bisa berujung kecelakaan yang dapat menyebabkan kematian.

"Berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas pemuda yang sering balapan liar ini membuat masyarakat setempat jengkel. Laporan mereka katanya knalpotnya bising dan sangat mengganggu, jadi kami langsung bergerak dan melakukan penindakan," pungkasnya.

Pemkot Surabaya Siapkan Draf Pembatasan Sosial Berskala Besar, Ada Batasan Akses Keluar Masuk Kota

Cara Licik Sales Oli di Surabaya Tak Setorkan Uang Hasil Penjualan hingga Rp11 Juta Demi Judi Online

Tak Dipakai Arema FC, Ganjar Mukti Pasang Target Tinggi Bersama Persiraja Banda Aceh

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved