Virus Corona di Surabaya

Risma Kembali Keluarkan Surat Edaran Protokol Pencegahan Covid-19 untuk Penyedia Layanan Publik

Surat edaran tentang peningkatan kewaspadaan Covid-19 yang menyasar penyedia layanan publik dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Surat edaran tentang peningkatan kewaspadaan Covid-19 yang menyasar penyedia layanan publik dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Surat itu juga ditujukan untuk perkantoran, pengelola mall, perumahan serta apartemen.

"Kami kirimkan lagi SE Wali Kota untuk lebih menekankan protokol ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Antiek Sugiharti, Minggu (5/4/2020).

Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Siapkan Gedung BKPSDA Jadi Rumah Isolasi Covid-19 untuk Para Pemudik

Hindari Kesalahan ‘Merumahkan’ WBP, Lapas Gelar Sidang TPP Sebelum Beri Hak Asimilasi dan Integrasi

Terapkan Physical Distancing, Warga Rungkut Menanggal Tutup Perbatasan Surabaya-Sidoarjo

Sebelumnya, Risma memang mengeluarkan edaran terkait protokol yang harus dijalankan di berbagai sektor.

Termasuk untuk pengelola mall, perkantoran, hotel, apartemen, dan perumahan serta penyedia layanan publik.

Antiek mengatakan, surat edaran Risma kali ini, lebih menekankan agar perilaku hidup bersih terus disiplin dilakukan.

Misalnya, dengan rutin mencuci tangan, serta pihak pengelola harus menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer.

Kemudian juga harus meminimalisir kontak fisik.

Selain itu, lanjut Antiek, Risma juga meminta agar dilakukan deteksi suhu tubuh di pintu masuk. Bahkan, tempat duduk yang dipasang harus menyesuaikan dengan protokol yang telah ditetapkan.

"Jika kursinya enggak panjang, maka diatur jaraknya 1 sampai 2 meter, tapi kalau kursinya panjang, harus diberi tanda silang supaya beberapa tidak bisa diduduki," terangnya.

Dia memastikan, pihaknya bakal terus memantau kondisi di lapangan terkait penerapan itu.

"Kita juga melakukan monitoring kekurangannya, kami juga selalu komunikasi aktif dengan mereka,” imbuhnya.

Pasar Kapasan dan PGS Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Meski Belum Terbukti Ampuh Obati Covid-19, Donald Trump Akan Minum Obat Anti-Malaria

Bilik Disinfektan Tidak Dianjurkan Kementerian Kesehatan, Begini Penjelasan Dirut RSUD Dr Soetomo

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved