Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Dampak Pandemi Covid-19, Bazar Takjil Ramadhan di Sampang Ditiadakan

Diskumnaker Kabupaten Sampang, Madura meniadakan bazar takjil saat bulan suci Ramadhan tahun ini.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (8/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kabupaten Sampang, Madura meniadakan bazar takjil saat bulan suci Ramadhan tahun ini.

Ditiadakannya agenda tahunan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran dari pemerintah daerah pertanggal 31 Maret 2020, nomor 518/228/434.214/2020, ditandatangani oleh PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Yuliadi Setiawan.

Rayakan 8 Tahun Debut Hari Ini, Suho EXO Sampaikan Terima Kasih pada EXO-L

Pemkot Surabaya Terima Sumbangan dari Berbagai Pihak di Tengah Pandemi Corona

Cek Pengumuman SNMPTN 2020 Mulai Jam 13.00 WIB, 12 Link Alternatif Jika Website Resmi Sulit Diakses

Kasi Pengembangan Pemasaran dan Kemitraan Diskumnaker Sampang Joko Warsito mengatakan, kebijakan ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan terhadap Corona virus desease (Covid-19).

"Terlebih Pemkab Sampang ingin mempertahankan zona hijau dari pandemi Covid-19 yang telah menjadi pandemik global,"ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (8/4/2020).

Maka dari itu selama 30 hari bazar takjil di bulan suci Ramadhan akan ditiadakan karena kegiatan ini berpotensi mengundang massa berkerumunan.

Namun, Joko Warsito tidak memaksakan bagi masyarakat yang hendak berjualan sendiri di depan rumah atau di pinggir jalan.

Sedang Duduk di Bangku Terminal, Tiba-tiba Gadis 17 Tahun Kejang-kejang, Penyebabnya Mabuk Arak

Sinopsis Film Rush Tayang di Bioskop Trans TV Rabu 8 April 2020, Rivalitas Dua Pembalap Formula F1

Hasil SNMPTN 2020 Diumumkan Rabu 8 April Jam 13.00 WIB, 6 Hal ini Bisa Sebabkan Kamu Gagal Lolos

Karena menurutnya, berjualan merupakan mata pencaharian mereka, terlebih membuka lapak untuk berjualan adalah hak sendiri-sendiri.

"Tapi dengan catatan, jika kondisi pandemi Covid-19 di Sampang semakin parah maka harus menerima kalau ditutup secara paksa," terangnya.

Selain itu, para penjual nantinya harus menjalankan himbauan agar wajib menyediakan tempat cuci tangan.

"Termasuk mengupayakan untuk membungkus makanan yang dibeli oleh konsumen dan kalau konsumen memaksa makan di tempat harus mengarahkan agar konsumen duduk dengan jarak satu meter atau lebih" pungkasnya.

 

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved