Virus Corona di Jawa Timur

Rais Aam PBNU Minta Pemerintah Petakan Zona Secara Detail Agar Rakyat Tak Bingung

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar meminta pemerintah untuk lebih detail memetakan zona persebaran virus corona atau Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat Ditemui di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur, Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar meminta pemerintah untuk lebih detail memetakan zona persebaran virus corona atau Covid-19.

Bahkan jika perlu, pemetaan zona tersebut dibuat sekecil mungkin hingga tingkat kecamatan dan desa.

"Bila perlu diperkecil sampai ke tingkat desa tingkat kampung. Mana yang zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Ini yang bisa hanya pemerintah, biar rakyat tidak semakin bingung," ucap Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Rabu (8/4/2020).

3 Daerah di Jatim Masih Bertahan di Zona Hijau Corona, Ini Analisa Ketua Rumpun Kuratif Covid-19

Relaksasi Pajak Hotel dan Restoran Tunggu Menteri Keuangan, Karyawannya Masuk Program Pra Kerja

Lockdown di Malaysia, TKI Asal Tuban Pulang Kampung dan Lewati Tahapan Protokol Penanganan Covid-19

Pendetailan zona ini juga berguna untuk acuan  pelaksanaan Surat Edaran Menteri Agama terkait panduan ibadah bulan Ramadan di tengah wabah Virus Corona.

Dalam panduan itu disebutkan salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan.

"Kalau keadaan belum membaik kan jelas. Dalam edaran itu ada kata-kata dalam kondisi tidak memungkinkan, kalau itu alasannya kita terima, tapi jangan digeneralisir. Jangan digebyah uyah," lanjut Pengasuh Ponpes Miftachus Sunnah, Kedung Tarukan, Surabaya ini.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mencontohkan di Surabaya, ketika ada orang di salah satu kampung positif maka satu kecamatan bahkan se Surabaya di zona merah semua.

"Padahal di Surabaya ada kecamatan yang masih (zona) hijau dan salat Jumat masih dilakukan," ucapnya.

"Tapi tetap waspada, disiapkan hand sanitizer, ada tempat cuci tangan, penyemprotan (disinfeksi) sebagai sebuah ikhtiar," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved