Praktik Prostitusi Online di Surabaya

BREAKING NEWS - Praktik Prostitusi Online Bertarif Puluhan Juta di Surabaya Dibongkar Polisi

Polisi menangkap tiga muncikari dalam kasus praktik prostitusi online di Kota Surabaya.

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Barang bukti kasus prostitusi online di Kota Surabaya, Selasa (14/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Praktik prostitusi online di Kota Surabaya pada akhir Februari 2020 lalu dibongkar Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Praktik prostitusi online dibongkar setelah polisi melakukan penyelidikan dan undercover buy.

Hal itu dilakukan polisi untuk memastikan praktik prostitusi online tersebut benar-benar ada.

Kota Surabaya Berpeluang Terapkan PSBB, Lonjakan Jumlah Kasus Baru Virus Corona Jadi Pertimbangannya

Sinopsis Film Maze Runner: The Scorch Trials Tayang di GTV Malam Nanti, Raih 2 Penghargaan Bergengsi

Jadwal Acara TV ANTV Trans TV RCTI SCTV GTV MNC TV Selasa 14 April 2020, Ada Film Maze Runner

Dalam kasus itu, polisi menetapkan tiga orang sebagai muncikari.

Mereka di antaranya, Lisa Semampow (48) warga Sidoarjo, Kusmanto (39) warga Semarang, dan Dewi Kumala (44) warga  Surabaya.

Ketiganya terbukti menjual para korban dengan menawarkannya melalui sebuah grup facebook dan grup whatsapp.

Menurut keterangan para tersangka, tidak semua orang dapat masuk kedalam grup whtasapp yang dikelola oleh Lisa.

"Pengelola grup whatsapp ini tersangka LS," kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto, Selasa (14/4/2020).

"Anggota yang masuk member itu minimal sudah dua kali transaksi kepada para muncikari ini," sambung dia.

Praktik Prostitusi Ilegal Eks Lokalisasi Moroseneng Surabaya Terbongkar, 2 Muncikari Jadi Tersangka

Dalam aksinya, Lisa dan dua muncikari lainnya mematok tarif para perempuan korbannya senilai Rp 2,5 juta hingga Rp 25 juta, tergantung wajah, usia, dan layanan.

"Tersangka ini bisa menyediakan perempuan untuk melayani satu laki-laki dengan dua atau tiga perempuan," ungkap AKP Iwan Hari Purwanto.

"Tarifnya sampai 10 hingga 25 juta rupiah," tambahnya.

Setiap kali mendapat uang, Lisa, Kusmanto, dan Dewi Kumala memotong uang pembayaran pria hidung belang sebesar 10 hingga 20 persen, tergantung kesepakatan.

Ketiga muncikari tersebut kini mendekam ditahanan Mapolrestabes Surabaya.

Mereka dijerat pasal 2 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Bisnis Prostitusi Online di Sumenep Terbongkar, Gerak-Gerik Muncikari Inilah Jadi Awal Pengungkapan

Buka Jasa Prostitusi Online, Muncikari di Blitar Ternyata Bekerja Jadi Wanita Pemandu Lagu

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved