Praktik Prostitusi Online di Surabaya

Muncikari Kasus Prostitusi Online Patok Harga Beragam, Tergantung Wajah hingga Layanan Korban

Ketiga muncikari itu menawarkan para korban ke pelanggan dengan harga bervariatif, tergantung wajah, usia, dan layanan.

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Barang bukti foto para korban kasus praktik prostitusi online di Kota Surabaya, Selasa (14/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan tiga orang tersangka muncikari kasus prostitusi online di Kota Surabaya.

Ketiga tersangka muncikari kasus prostitusi online itu di antaranya Lisa Semampow (48) warga Sidoarjo, Kusmanto (39) warga Semarang, dan Dewi Kumala (44) warga  Surabaya.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto mengatakan, ketiganya menawarkan para korban ke klien dengan tarif bervariatif.

BREAKING NEWS - Praktik Prostitusi Online Bertarif Puluhan Juta di Surabaya Dibongkar Polisi

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online Bertarif Puluhan Juta, Tiga Muncikari Jadi Tersangka

Kades di Sampang Terjun Langsung Perangi Virus Corona, Semprot Disinfektan ke Masjid dan Rumah Warga

Mereka menjajakan para korban dengan tarif antara Rp 2,5 juta hingga Rp 25 juta, tergantung wajah, usia, dan layanan.

"Tersangka ini bisa menyediakan perempuan untuk melayani satu laki-laki dengan dua atau tiga perempuan," ungkap AKP Iwan Hari Purwanto, Selasa (14/4/2020).

"Tarifnya sampai 10 hingga 25 juta rupiah," tambahnya.

Setiap kali mendapat uang, tiga muncikari itu memotong uang pembayaran pria hidung belang sebesar 10 hingga 20 persen, tergantung dari kesepakatan.

Menurut AKP Iwan Hari Purwanto, para muncikari itu menawarkan korban melalui sebuah grup Facebook dan grup WhatsApp.

Polisi menunjukan barang bukti kasus prostitusi online di Kota Surabaya, Selasa (14/4/2020)
Polisi menunjukan barang bukti kasus prostitusi online di Kota Surabaya, Selasa (14/4/2020) (TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN)

Tetapi, tidak semua orang dapat masuk kedalam grup WhatsApp yang dikelola oleh Lisa.

"Pengelola grup WhatsApp ini tersangka LS," kata AKP Iwan Hari Purwanto, 

"Anggota yang masuk member itu minimal sudah dua kali transaksi kepada para muncikari ini," sambung dia.

Ketiga muncikari tersebut kini mendekam ditahanan Mapolrestabes Surabaya.

Mereka dijerat pasal 2 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Akhir Tragis Kisah Kelompok Remaja Gelar Pesta Miras di Lapangan Gadungan, Satu Nyawa Melayang

TNI Gadungan Marah-Marah di Konter HP Malang, Nekat Keluarkan Pistol hanya Karena Masalah Sepele

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved