Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Jumlah Kasus Corona Terus Meningkat, Pemprov Jatim Siapkan Hampir 14 Ribu Bed di RS Rujukan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur meningkatkan kesiapan bed (tempat tidur) isolasi di 85 rumah sakit rujukan Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ruang Isolasi RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Madura. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur meningkatkan kesiapan bed (tempat tidur) isolasi di 85 rumah sakit rujukan Covid-19.

Hal ini dilakukan seiring dengan terus meningkatnya jumlah pasien positif corona atau Covid-19.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi menyebutkan data per Selasa (14/4/2020) total bed isolasi dan non isolasi RS rujukan berjumlah 13.995 bed.

Sedangkan khusus untuk bed isolasi berjumlah 2537 bed, di antaranya 950 bed ruang observasi, 700 bed pengembangan ruang isolasi tekanan negatif, 540 bed ruang isolasi tanpa tekanan negatif, 270 bed ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator, dan 77 bed ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator.

Jurnalis Sumenep Dirikan Posko Gotong Royong Lawan Covid-19 untuk Galang Donasi Bagi Warga Terdampak

Fattah Jasin-Hairul Anwar Memakai Songkok Hitam NU hingga Diusulkan PKB Sumenep Sebagai Bacawabup

Warga Perantau yang Baru Datang ke Bangkalan Diimbau Terapkan Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

"Kami terus mempersiapkan rumah sakit sehingga dari waktu ke waktu kesiapan rumah sakitnya makin naik. Walaupun memang ketersediaan rumah sakit ini kalau dibanding dengan jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ODP (Orand Dalam Pemantauan) memang jauh lebih kecil dan ini perlu ditingkatkan terus," ucap Joni, Rabu (15/4/2020).

Dari jumlah tersebut, Joni menjelaskan bed yang bisa digunakan untuk merawat pasien Covid-19 sejumlah 887 bed yang berasal dari ruang isolasi tanpa tekanan negatif, ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator dan ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator.

Namun begitu, Joni menjelaskan tidak semua ODP, PDP, bahkan positif Covid-19 dirawat di rumah sakit melainkan memilih untuk mengisolasi diri di dalam rumah.

"Pasien-pasien dengan Covid-19 itu salah satu cirinya adalah klinisnya bisa mendadak berubah. Jadi kalau ada pasien PDP yang isolasi di rumah maka harus diawasi tenaga kesehatan," ucap Joni yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo, Surabaya ini.

Lebih lanjut, untuk percepatan penanganan Covid-19, Joni juga menyarankan masyarakat untuk membuka website https://radarcovid19. jatimprov.go.id.

Dijelaskan Joni di website tersebut tersedia fitur untuk melihat kapasitas dan ketersediaan ruang dan bed untuk penanganan Covid-19.

Crisis Center Penanganan Covid-19: Setiap Hari Ada 40 Pemudik Pulang ke Kota Blitar

Mama Muda Blitar Nekat Curi Uang di Toko Warga: Motif Terkuak, Begini Fakta Sebenarnya

Cerita Petugas Medis Siasati APD Menipis, Makan dan ke Toilet Harus Ditahan Saat Masuk Ruang Isolasi

"kalau misalkan ada tetangga ataupun keluarga yang mengalami gejala-gejala Covid-19 mau dibawa ke mana, ke rumah sakit itu masih ada nggak fasilitasnya, bisa dilihat di website tersebut," ujar Joni.

"Ini salah satu upaya kami untuk memberikan treatment cara cepat penanganan Covid-19. Jadi kata kunci di dalam kuratif itu adalah penanganan yang cepat. Kalau penanganannya tidak cepat angka kematiannya juga tinggi," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pasien positif Covid-19 di Jawa Timur per 14 April 2020 berjumlah 474 kasus, sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 348 pasien.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 1498 kasus, yang masih diawasi ada 893 pasien.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 14931 kasus, yang masih dipantau ada 7770 orang.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved