Breaking News:

Wabah Virus Corona

Wabah Covid-19, Kota ini Dijuluki Kota Mayat, Jasad Berserakan, 6700 Orang Tewas dalam 2 Minggu

Sejak awal April, Kota Guayaquil, Guayas, kota terbesar di Ekuador, disebut kota mayat, karena jasad pasien Covid-19 berserak di jalanan.

AFP Photo/Rodrigo Buendia
Peti mati ditumpuk di stadion Pedernales Ekuador, banyak jasad berserakan 

TRIBUNMADURA.COM - Akibat virus corona yang mewabah, membuat kota ini disebut sebagai kota mayat.

Bagaimana tidak, kota tersebut dipenuhi mayat yang berserakan akibat wabah virus corona.

Tepatnya di satu daerah yang menjadi negara bagian yang paling terdampak.

Lebih dari 6000 orang tewas dalam waktu 2 minggu.

Sejak awal April, Kota Guayaquil, Guayas, kota terbesar di Ekuador, disebut kota mayat, karena jasad pasien Covid-19 berserak di jalanan.

Download MP3 Lagu Aisyah Istri Rasulullah - Syakir Daulay, Lengkap dengan Lirik Lagu dan Chord Gitar

Download Drama Korea The World of The Married Episode 1 - 8 Sub Indonesia, Baca Juga Sinopsisnya

Pemerintah kota kewalahan menguburkan mayat-mayat hingga Pemerintah Federal Ekuador turun tangan.

Awalnya Ekuador hanya mengklaim angka kematian Covid-19 hanya di angka 400-an, sebagian besar di Guayaquil.

Kini setelah angka resmi mengenai korban wabah dicek silang dan dicermati, fakta yang muncul sungguh mencengangkan.

Di kawasan Guayas, negara bagian paling terdampak pandemi Covid-19 di Ekuador.

( )

Setidaknya 6.700 orang meninggal dunia di dua minggu pertama April, menjadikan Guayas area paling terdampak bukan hanya di negara tersebut tapi di seluruh Amerika Latin.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved