Breaking News:

Wabah Virus Corona

Viral Pemuda yang Nekat Mudik, Tapi Malah Diusir oleh Ayahnya Masuk ke Rumah, Faktanya Film Pendek

Viral di media sosial, sebuah video yang menampilkan seorang pemuda yang nekat mudik ke kampung halaman.

KOMPAS.COM/SUKOCO
Sekretaris Desa Tegal Arum Suwardi menunjukkan lokasi shoting film pendek bapak menutup pintu pagar karena takut tertular virus corona ketika anaknya pulang mudik. 

Relawan Gugus Penangan Covid-19 Desa Tegal Arum, Kabupaten Magetan, Jawa Timur membuat video kampanye larangan untuk mudik bagi warganya.

Video tersebut dibuat karena 350 warga di Desa Tegal Arum bekerja di luar kota yang masuk zona merah seperti Surabaya, Jakarta, dan Kalimantan.

Bahkan ada warga desa yang merantau di luar negeri seperti Korea Selatan.

Di video tersebut terlihat seorang bapak menutup pagar saat anaknya tiba di perantauan.

Video tersebut sempat viral di media sosial.

Sekretaris Desa Tegal Arum Suwardi mengatakan, video tersebut diambil di salah satu rumah warga di Desa Tegal Arum.

"Ini memang video dibuat oleh relawan gugus penanganan Covid-19, lokasi syutingnya di depan balai desa," kata Suwardi di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2020).

Menurut Suwardi, video itu berhasil menyadarkan warga Desa Tegal Arum di perantauan untuk tidak mudik.

Para warga desa di perantauan menjadi sadar bahaya penularan virus corona terhadap keluarga jika mereka nekat kampung halaman.

Menurut Suwandi, salah seorang warganya yang tinggal di Kalimantan mengirimkan pesan dan mengatakan memilih tidak mudik setelah melihat video tersebut.

“Tanggapannya bagus, bahkan ada warga di Kalimantan yang WhatsApp saya bahwa dia paham kalau mudik merepotkan warga desa sehingga dia memilih tidak mudik,” katanya.

Video berdurasi 29 detik itu diunggal pertama kali oleh akun Facebook KinG's Rooster pada 19 April 2020.

Di video tersebut terlihat seorang bapak menutup pintu pagar saat anaknya pulang dari perantauan.

Sang bapak melarang anaknya masuk rumah karena takut terpapar virus. Tak lama kemudian datang seorang petugas desa yang menghampiri bapak dan anak itu. Hingga Rabu (22/4/2020), video tersebut telah dilihat 411.748 netizen.

• Promo hingga Diskon di Alfamart dan Indomaret saat Bulan Ramadan, Ada Kebutuhan Sahur dan Buka Puasa

• Sempat Tidur di Emperan, 53 PMKS Dipindahkan ke GOR Tanah Abang

• Ada Hewan Ini di Ruang Pakaian Nia Ramadhani saat Malam, Ardi Bakrie Ketakutan: Tolong, Gue Digigit

Sebagian besar warganet menanggapi positif video pendek tersebut.

Mereka menilai sang bapak memiliki kesadaran tinggi terhadap penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Video tersebut juga menyebar di WhatsApp dan beberapa akun Instagram.

Sementara itu hingga Rabu (22/4/2020), terdapat tambahan empat kasus positif Covid-19 di Magetan sehingga total ada 14 kasus.

Tambahan kasus berasal dari Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

Empat pasien baru pernah kontak erat dan berinteraksi langsung dengan seorang pasien positif corona.

Dari laman Satgas Covid-19 Jatim, http://infocovid19.jatimprov.go.id/ yang diunggah pada Rabu pukul 14,04 WIB, kasus positif corona di Magetan berjumlah 14 kasus, dengan 8 pasien positif sembuh, 1 pasien meninggal, dan 5 pasien menjalani perawatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "350 Warganya Bekerja di Zona Merah, Desa di Magetan Buat Video Kampanye Dilarang Mudik", .

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Balik Video Viral Bapak Tutup Pintu karena Takut Virus Corona Saat Anaknya Mudik", 

Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved