Inilah Nama-Nama Kandidat Kuat Pemimpin Korea Utara Pengganti Kim Jong Un Jika Meninggal Dunia

Sejumlah nama disebut-sebut menjadi suksesor pemimpin Korea Utara jika Kim Jong Un meninggal dunia.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
www.ndtv.com
Kim Jong Un - Inilah Nama-Nama Kandidat Kuat Pemimpin Korea Utara Pengganti Kim Jong Un Jika Meninggal Dunia 

"Saya punya hubungan yang sangat baik dengan dia," kata Donald Trump.

Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien mengatakan kepada para wartawan, AS tengah memantau terus perkembangan laporan mengenai kondisi kesehatan Kim.

"Kami memantau laporan ini. Seperti yang Anda tahu, Korea Utara adalah masyarakat yang sangat tertutup, tidak ada pers bebas di sana,"

"Mereka sangat merahasiakan setiap informasi yang mereka punya, termasuk mengenai kesehatan Kim Jong un," kata O'Brien.

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.Korea Selatan dan China membantah isu Kim Jong Un yang dikabarkan tengah sakit parah setelah menjalani operasi jantung.
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.Korea Selatan dan China membantah isu Kim Jong Un yang dikabarkan tengah sakit parah setelah menjalani operasi jantung. (AFP)

Dia menambahkan, intelijen AS dan Departemen Pertahanan sedang memantau tiap perkembangan yang ada.

Para pejabat dan sumber Korea Selatan dan China meragukan laporan Kim sedang mengalami sakit parah setelah operasi kardiovaskular atau beda jantung.

Pada Selasa (22/4/2020), Presiden Korea Selatan, mengatakan tidak ada tanda-tanda yang tidak biasa atau luar biasa dari Korea Utara.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong un, dikabarkan sedang berada dalam bahaya serius setelah menjalani operasi.

Rumor mengenai kondisi kesehatan itu muncul ketika Kim baru-baru ini melewatkan perayaan ulang tahun kakeknya pada 15 April.

Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un ini dinilai sebagai pengganti terkuat sang kakak untuk menjadi pemimpin Korea Utara selanjutnya.
Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un ini dinilai sebagai pengganti terkuat sang kakak untuk menjadi pemimpin Korea Utara selanjutnya. (Jorge Silva/AP via The Guardian)

Empat hari sebelum itu, Kim terlihat di sebuah pertemuan pemerintah.

Seperti dilansir CNN dari seorang pejabat intelijen AS mengatakan Negeri Paman Sam tengah memantau informasi intelijen terkait kondisi Kim yang dalam bahaya besar setelah operasi.

Pejabat lain di intelijen AS yang juga enggan disebut namanya menyatakan hal yang sama.

Sementara itu Daily NK, sebuah Surat Kabar online yang berbasis di Korea Selatan yang berfokus pada Korea Utara, bahwa Kim baru saja menjalani operasi kardiovaskular pada 12 April.

Daily NK menjelaskan, kondisi kesehatan Kim makin memburuk dan harus menjalani operasi karena dia adalah perokok keras, obesitas, dan bekerja terlalu banyak.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved