Breaking News:

PSBB di Surabaya

Bolehkah Pekerja Luar Kota Masuk ke Surabaya saat PSBB Berlangsung? Ini Jawaban Polrestabes Surabaya

Ada beberapa hal yang masih bisa dan tidak bisa dilakukan sama sekali dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Petugas gabungan saat melakukan penyemprotan disinfektan di perbatasan Gresik dengan Surabaya di jalan Veteran, Selasa (24/3/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kota Surabaya resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Selasa (28/4/2020).

Perberlakuan PSBB di Kota Surabaya itu dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sesuai dengan perwali nomor 16 tahun 2020, ada beberapa hal yang masih bisa dan tidak bisa dilakukan sama sekali.

Pedagang Takjil di Nganjuk Boleh Jualan saat Ramadan, Tapi Wajib Pakai Masker dan Jaga Jarak Jualan

Bupati Malang Berencana Ajukan PSBB, Siap Gelar Koordinasi dengan Kepala Daerah di Malang Raya

PSBB Berlaku Mulai Hari Ini, Bus Jurusan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Tidak Lagi Beroperasi

Polrestabes Surabaya melalui Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra menegaskan jika masyarakat yang masih terpaksa bekerja di tengah pandemi virus corona tetap bisa melaksakan aktifitasnya.

"Mereka yang dari luar Kota Surabaya nanti akan melewati posko check point," ungkap AKBP Teddy Chandra, Senin (27/4/2020).

"Di sana akan kami tanyakan keperluannya berikut pemeriksaan dokumen untuk memastikan," sambung dia.

"Di check point nanti polisi akan bersama TNI dan Pemerintah Kota surabaya termasuk Dinas Perhubungan Kota Surabaya akan mengawal aturan itu bersama," tambahnya.

Pengecekan mobilitas masyarakat nantinya akan tetap mengedepankan protokoler kesehatan sebagai cara mengantisipasi penularan virus Covid 19 di Surabaya.

Arena Balap Liar Jelang Sahur di Sidoarjo Dikepung Polisi, Mayoritas Pelakunya Berasal dari Surabaya

Selain itu, polisi juga memastikan jika masyarakat yang hendak melakukan aktifitas penting seperti memenuhi kebutuhan makanan dan layanan kesehatan juga masih diperbolehkan.

Polemik yang masih membingungkan masyarakat adalah aturan terkait pembatasan penumpang di dalam mobik ataupun motor.

"Kalau di mobil penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas mobil. Itu pun boleh asal masih dalam satu keluarga," jelas dia.

"Artinya yang dibawa bukanlah orang lain. Tapi nanti tetap akan kami pantau," tambahnya.

"Kemudian untuk roda dua imbauan kami agar tidak berboncengan dulu," ungkapnya.

"Seperti ojek online motor tidak boleh bawa penumpang. Nanti akan kami tegur dan terpaksa kami turunkan," tandasnya. (FIRMAN RACHMANUDIN/FIR)

Jam Operasional dan Kapasitas Penumpang Suroboyo Bus selama Penerapan PSBB di Kota Surabaya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved