Virus Corona di Pamekasan

Dua Pasien Baru Positif Covid-19 di Pamekasan Madura, Satu di Antaranya Bekerja di Dinas Kesehatan

Dua orang yang dinyatakan positif terpapar virus corona tersebut berasal dari Kecamatan Proppo dan dari Kecamatan Palengaan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana ruang isolasi RSUD dr. H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Madura, Sabtu (11/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Status pekerjaan dua pasien tambahan positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Madura yang diisolasi sejak 24 April 2020 diungkap oleh Ketua Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat, Selasa (28/4/2020).

dr Syaiful Hidayat mengatakan, dua orang yang dinyatakan positif terpapar virus corona tersebut berasal dari Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan dan dari Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Dua orang tambahan yang dinyatakan positif terpapar virus corona ini, keduanya berjenis kelamin perempuan.

Untuk pasien yang berasal dari Kecamatan Proppo berusia 60 tahun.

Alat Tes PCR Covid-19 Drive Thru di Jatim akan Tiba Pekan Ini, Mampu Uji 1.500 Sampel Dalam Sehari

Pekan Ini Tes Swab PCR Corona di Jatim Bisa Drive Thru, Gubernur Khofifah Berharap Jangkau OTG

3 Indikator Keberhasilan PSBB Surabaya, dari Turunkan Kasus Covid-19 hingga Jaga Stabilitas Ekonomi

Sementara untuk pasien yang beralamat Kecamatan Palengaan berusia 53 tahun.

dr Syaiful Hidayat membeberkan, pasien positif virus corona yang berasal dari Kecamatan Proppo ini berinisial H.

Pasien berinisial H ini masih memiliki ikatan keluarga dengan pasien positif virus corona berinisial J asal Kecamatan Proppo yang beberapa waktu lalu dinyatakan sembuh.

"Bukan istri J, tapi saudaranya," ucapnya.

Sementara itu, pasien yang berasal dari Kecamatan Palengaan berinisial SA.

SA ini kata Syaiful bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan.

"Di dinas kesehatan itu beberapa waktu lalu kan ada yang positif, nah SA ini satu kantor dengan orang itu. Kemungkinan kontaknya di kantornya," jelasnya.

Saat ditanya apakah semua pegawai Dinas Kesehatan Pamekasan sudah dilakukan tracing (pelacakan) dan rapid test, dengan tegas dr Syaiful Hidayat menyatakan bukan ranah pihaknya.

Jam Malam Tidak Akan Diberlakukan saat PSBB Surabaya, Pemkot: Ada Pembatasan Aktivitas Malam

Pemprov Jatim Siapkan Bantuan Sosial Rp 549 Miliar untuk Keluarga Terdampak Virus Corona

Sampang Satu-satunya Daerah di Jatim Berstatus Zona Hijau, PWI Bagikan Masker di Wilayah Perbatasan

Hal tersebut menurut dia adalah tanggung jawab dari Dinas Kesehatan Pamekasan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved