Breaking News:

Hari Pertama PSBB Surabaya

Hari Pertama PSBB Surabaya, Masih Ada Kerumunan Massa di Pasar Takjil Jalan Karang Menjangan

Masih banyak ditemui pelanggaran saat penerapan Pembatan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Surabaya pada hari pertama, Selasa (28/4/2020).

TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Penerapan Pembatan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Surabaya pada hari pertama, Selasa (28/4/2020) masih banyak ditemui pelanggaran. Kerumunan waraga dalam jumlah besar masih dijumpai di Jalan Karang Menjangan Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Masih banyak ditemui pelanggaran saat penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kota Surabaya pada hari pertama, Selasa (28/4/2020).

Kerumunan massa dalam jumlah besar masih dijumpai di Jalan Karang Menjangan, Kota Surabaya.

Tempat itu ramai sebab ruas jalan Karang Menjangan dimanfaatkan warga sekitar sebagai pasar takjil saat bulan Ramadan ini.

Kerumunan massa terlihat pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) Kota Surabaya.

Agar tetap bisa menerapkan physical distancing, tempat pelapak dengan pelapak lain sengaja dibuat berjarak secara zig-zag.

Cat warna putih pada aspal yang hitam adalah penanda jarak itu.

Romlah, pedagang martabak Madura mengatakan, semua pedagang di sini diwajibkan pakai masker.

Kedapatan Konsumsi Sabu-sabu Jelang Sahur, Pria Kediri Ditangkap Polisi saat di Hotel Nganjuk

Bupati Bojonegoro: Hampir 50 Persen Warga Tak Pakai Maker yang Mampu Cegah Sebaran Virus Corona

Hari ke-5 Ramadan, Pencuri di Tuban Ini Malah Gondol Kotak Amal Masjid, Aksinya Terekam CCTV

"Harus (pakai masker), ini saya pakai dari jam 14.00 WIB," kata dia, Selasa (28/4/2020).

Kata Romlah, kalau ada yang gak pakai masker bisa ditegur petugas Satpol PP.

Berdasarkan pantauan TribunMadura.com, masih banyak masyarakat yang kurang mengindahkan aturan itu.

Beberapa kali orang berkeliaran di tempat itu, tanpa menggunakan masker.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, satu di antara petugas Satpol PP yang kebetulan berjaga, Ivan yulivandro mengatakan, pihaknya akan menegur jika kedapatan penjual atau pembeli yang masih ngeyel tidak menggunakan masker.

"Kalau menegur ga pakai masker kami ya capek, karena banyak yang ngeyel. Tetap ada teguran untuk yang tidak pakai masker. Kalau kami sebagai manusia awam mungkin cuek aja tapi tetap kami petugas yang peduli maka kami tetap imbau agar tetap pakai masker," ucap dia.

Kepala Lapas Pamekasan Lakukan Penelusuran Tahanan yang Diduga Jadi Penyuruh Kurir Narkoba

Lamongan Bisa Screening Covid-19 Lebih Cepat dan Akurat Pakai Afias-6 dari Korea Selatan

Hari Pertama PSBB Surabaya, Antrean Pengendara Terjadi di Bundaran Waru, Begini Tanggapan Pemkot

Selain itu, jam keramaian di kawasan tersebut juga dibatasi dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB. Selang setengah jam berikutnya, kondisi jalan harus sudah bersih dari aktifitas perdagangan.

"Di sini pasar takjil imbauan kami untuk warga jam setengah 8 harus bersih tidak boleh ada yg jualan, selain itu, untuk warga yg jualan untuk tdk menyediakan makan di tempat," pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved