Breaking News:

PSBB di Surabaya

Evaluasi Penerapan PSBB di Kota Surabaya Hari Kedua, Warung Kopi Masih Bandel Jadi Tempat Nongkrong

Selain evaluasi titik check point, Kepala BPB Linmas Surabaya melakukan evaluasi terkait warung kopi yang bandel karena menyediakan tempat nongkrong.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
LANCAR - Hari kedua pelaksanaan PSBB di Bundaran Waru lancar dan tidak ada kemacetan, Rabu (29/4). Personel gabungan yang bertugas di lokasi langsung mengarahkan kendaraan sesuai dengan klasifikasinya. Roda dua dan roda empat langsung dipilah dan diarahkan petugas. Roda dua discreening di frontage road A Yani dengan memilah kendaraan berdasarkan nopol, yakni pelat L/W dan pelat non L/W serta memeriksa yang berboncengan. Sedangkan roda empat discreening di jalan utama A. Yani dengan rekayasa empat lajur untuk memperlancar kendaraan saat proses screening. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Evaluasi penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) Kota Surabaya di hari kedua, Rabu (29/4/2020) tak lagi ada masalah kemacetan menumpuk, tetapi justru keberadaan warung kopi yang jadi perhatian.

Banyak ditemui warung-warung kopi (Warkop) yang masih buka, bahkan menjadi tempat cangkruk atau tempat nongkrong.

Pemkot Surabaya langsung melakukan evaluasi pasca pelaksanaan hari kedua pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ).

Dari evaluasi itu, terbukti hari kedua ini, relatif tak menemui kendala penerapan di lapangan, Rabu (29/4/2020).

Kabar Baik dari Nganjuk, Dua Orang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang ke Rumah

VIDEO VIRAL Sejoli di Kota Malang Pinjam Motor Ternyata Digondol, 3 Hari Tak Kunjung Dikembalikan

38 Kasus Positif Covid-19 di Lamongan, Ada Klaster Pekerja dan Klaster Nelayan Terus Berkembang

Setidaknya hal itu yang diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto.

Hari kedua ini, seluruh posko pintu masuk relatif lancar. Berbeda dengan hari pertama penerapan yang sempat diwarnai antrean kendaraan di titik check point Bundaran Waru, Kota Surabaya.

Meskipun beberapa pengendara masih terdapat yang tak mengenakan masker dan tak menerapkan physical distancing.

"Kita sudah mulai bisa melakukan efektifitas kerja," kata Eddy Christijanto.

Selain evaluasi titik check point, Kepala BPB Linmas Surabaya ini juga melakukan evaluasi terkait beberapa warung kopi yang masih bandel tetap menyediakan tempat nongkrong.

Padahal dalam Perwali nomor 16 tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ), telah mengatur detil soal itu.

Tidur di Hutan Bambu karena Tak Mampu Bayar Kos, Warga Sumenep yang Terdampak Corona: Kami Diusir

Polres Pamekasan Bagikan 250 Nasi Kotak Gratis untuk Makan Sahur kepada Tukang Becak dan Ojek Online

Kemarahan Kakak Beradik Tunawicara, Berujung Sabetan Pisau di Kepala Sang Adik, Warga: Sudah Biasa

Sehingga, pihaknya bersama Satpol PP dan pihak Kecamatan tetap melakukan operasi untuk memberikan imbauan.

Eddy Christijanto mengungkapkan, juga tak jarang masih ada pengendara yang tak mengenakan masker serta berboncengan.

Selain itu, termasuk di pasar tradisional masih terus dilakukan pemantauan terkait dengan protokol kesehatan. Dan hal itu juga terus diimbau pihaknya di lapangan.

Tiga hari pertama PSBB ini memang masih dalam tahap imbauan saja.

"Masih imbauan, arahan dari Gubernur kan 3 atau 4 hari ke depan jadi kita ikuti," ungkapnya.

Untuk diketahui, evaluasi terkait pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kota Surabaya direncanakan akan terus dilakukan setiap hari selama 14 hari. Tak hanya di lingkungan Pemkot Surabaya, namun juga berkoordinasi dengan Pemprov Jatim.

Sebab, evaluasi di tingkat Jatim dilakukan oleh tiga daerah yang melakukan PSBB yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved