Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Ketua PMII Pamekasan Minta Pemkab Pamekasan Ganti Kepala Dinsos, Dinilai Gagal Selama Menjabat

Pengurus Cabang PMII Pamekasan menilai rotasi jabatan yang dilakukan oleh Pemkab Pamekasan tidak kolektif.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Moh Lutfi, Ketua PC PMII Pamekasan, Kamis (30/4/2020). 

Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pengurus Cabang PMII Pamekasan menilai rotasi jabatan yang dilakukan oleh Pemkab Pamekasan tidak kolektif.

Sebab, tidak sedikit Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dijabat PLT dan dibiarkan.

"PMII Pamekasan sangat kecewa terhadap rotasi jabatan. Karena banyak OPD yang baru menjabat tidak berprestasi dan juga OPD yang seharusnya diganti malah dibiarkan menjabat lagi," kata Moh Lutfi, Ketua PC PMII Pamekasan, Kamis (30/4/2020).

Selain itu, pria yang karib disapa Lutfi ini mengutarakan, rotasi jabatan atau reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Pamekasan terhadap ASN sangat lamban.

Hasil Rapid Test Reaktif, Satpam di Pasar Rakyat Rongtengah Sampang Diisolasi di Balai Latihan Kerja

Sepi Job Saat Pandemi Corona, Seniman Hadrah Dapat Sembako dan Uang Tunai dari Bupati Pamekasan

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Plakpak Pamekasan Bagikan Sembako Gratis untuk Warga Terdampak Covid-19

Misalnya, Dinas Sosial (Dinsos) yang secara kinerja sudah tidak bisa bekerja dengan baik, hal itu dibuktikan dengan banyaknya DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) yang tidak valid.

Padahal, kata dia, data tersebut sangat penting untuk mendukung program-program sosial masyarakat.

"Data terpadu kesejahteraan sosial merupakan acuan untuk bantuan program keluarga harapan (PKH), Bantuan pangan non tunai (BPNT), dan yang terbaru Bantuan langsung tunai (BLT) yang semua program tersebut banyak yang tidak tepat sasaran di karenakan DTKS yang amburadul," ujarnya.

Menurut Lutfi, keberadaan data yang amburadul tersebut merupakan bukti kegagalan Kepala Dinsos selama menjabat

Sehingga sudah seharusnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah non prestasi, lamban dan tidak profesional wajib diganti oleh orang-orang yang memang sudah mempunyai prestasi.

Pemuda Berstatus ODP Virus Corona Dicegat saat Keluyuran di Bundaran Baru, Ngakunya Bosan di Rumah

Modus Ajak Jalan-Jalan Sambil Naik Motor, Siswi SMA di Situbondo Malah Digilir 4 Pria di Kebun Tebu

Satu dari 3 Pasien Baru Positif Covid-19 di Pamekasan Merupakan Pendatang dari Ujung Pandang

"Sekda Pamekasan, Totok Hartono selaku badan penyeleksi jabatan harusnya menjadi pertimbangan dari beberapa kinerja dinas, tapi kenyataannya Sekda tidak bisa bekerja dengan baik dan profesional," sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Totok Hartono mengatakan, rotasi jabatan dilakukan secara bertahap.

Sejauh ini, Kat dia Pemkab Pamekasan sudah merotasi sedikitnya ada 100 Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di beberapa OPD pemkab Pamekasan.

"Untuk rotasi jabatan bertahap mengikuti protokol Covid-19," singkatnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved