Breaking News:

Hari Buruh 2020, 44.795 Tenaga Kerja Jatim Terdampak Covid-19, dari Dirumahkan, PHK hingga Deportasi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa tahun ini memang diharapkan para pekerja tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa.

Grid.ID
Ilustrasi May Day 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati hari ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, ada puluhan ribu pekerja di Jawa Timur yang terdampak PHK dan dirumahkan akibat adanya wabah Covid-19.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa tahun ini memang diharapkan para pekerja tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa.

Terutama karena wabah Covid-19 yang menuntut adanya tindakan physical distancing

“Selamat Hari Buruh Internasional pada seluruh pekerja di Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 3.286.424 orang dan tersebar di 46.973 perusahaan dari berbagai sektor usaha,” kata Khofifah Indar Parawansa, Jumat (1/5/2020). 

Satu Pasien Baru yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sumenep Bekerja di Bank Jatim Cabang Pragaan

Kasus Positif Corona di Semenep Madura Bertambah, Total Jadi 5 Orang

Bertambah 2, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Bangkalan Madura Mencapai 11 Orang

Dari data Pemprov Jatim, per awal bulan ini sudah 32.365 pekerja Jatim yang dirumahkan karena terdampak Covid-19.

Mereka adalah para pekerja dari 555 perusahaan yang mayoritas bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata

Sedangkan untuk pekerja yang di PHK jumlahnya juga tak kalah banyak.

Disnakertrans Jatim mencatat ada sebanyak 5.348 orang pekerja yang di-PHK dari 210 perusahaan. 

Selain itu, dampak covid-19 juga turut dirasakan oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved