Breaking News:

PSBB di Malang

Gubernur Khofifah Klaim Belum Terima Surat Pengajuan Penerapan PSBB dari Malang Raya hingga Kini

Belum ada surat pengajuan PSBB Malang Raya yang sampai di meja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama forkopimda saat melakukan konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Minggu (26/4/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengaku, belum menerima pengajuan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari kawasan Malang Raya hingga kini.

Khofifah Indar Parawansa menyebut, surat pengajuan PSBB Malang Raya belum sampai di mejanya, sehingga tidak ada yang bisa diproses.

"Saya tanya Pak Sekda, belum ada," kata Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jumat (1/5/2020) malam.

Penerapan PSBB Surabaya Raya Diperketat, Pengendara Bersuhu Tubuh Tinggi Langsung Dilarikan ke RS

Ini Alasan Wali Kota Sutiaji Ngotot Ingin PSBB Diterapkan di Malang Raya, Singgung Kasus PDP

Ditinggal Buka Puasa, Motor Honda Beat Milik Warga Kota Malang Raib Dicuri Maling dari Teras Rumah

"Jadi setiap surat yang masuk ke meja saya pasti akan masuk ke meja Pak Sekda dulu," sambung dia.

"Tapi nyatanya sampai hari ini di meja saya belum, di meja Pak Sekda juga belum,” tegasnya.

Sebagaimana sempat dijelaskan Khofifah bahwa dalam menentukan suatu daerah bisa menerapkan PSBB, jika memenuhi scoring dan juga menenuhi kajian epidemiologis. 

Seperti Kota Surabaya sudah diskor 10 saat ditetapkan sebagai kawasan PSBB, begitu juga Sidoarjo sudah 10 dan Gresik skornya 9.

Selain itu dikatakan Khofifah bahwa syarat diterapkan PSBB juga adanya kelipatan jumlah kasus, adanya transmisi lokal. 

Selain itu yang juga jadi pertimbangan adalah ada kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial dan aspek keamanan. 

Dua Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Rujukan Virus Corona di Kota Malang Terindikasi Tertular Covid-19

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved