Breaking News:

Virus Corona di Batu

Pemkot Batu Perpanjang Masa Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu hingga Akhir Mei 2020

Masa penutupan tempat wisata dan hiburan di Kota Batu diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang.

TRIBUNMADURA.COM/BENNI INDO
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat berada di gedung DPRD Kota Batu, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, BATU - Pemkot Batu memperpanjang masa penutupan tempat wisata dan hiburan di Kota Batu.

Sesuai dengan SE Wali Kota Batu tertanggal 30 April, penutupan tempat wisata dan hiburan diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Kebijakkan menutup tempat wisata dan hiburan tersebut sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 atau virus corona di Kota Batu.

Tak Punya Riwayat Perjalanan Karena Terkendala Kondisi, Nenek di Kota Batu Terjangkit Virus Corona

Hotel di Kota Batu ini Nekat Buka Operasional Meski Dilarang Pemkot, Punya Tamu Pasangan Tak Resmi

Toko Kelontong di Kota Malang Dibobol Maling, Pelaku Bawa Puluhan Bungkus Rokok dan 4 Unit Ponsel

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori menjelaskan, kebijakkan tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko pada 30 April 2020.

Menurut M Chori, kebijakan itu mulai berlaku sejak ditandatanganinya SE tersebut, yakni 30 April.

"Melalui Dinas Pariwisata Kota Batu, kami telah menyampaikan SE ke pengelola tempat wisata dan hiburan untuk memperpanjang penutupan tempat wisata," ujar Chori, Kamis ((30/4/2020).

"Ini karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda," sambung dia.

Dengan perpanjangan SE tersebut, Pemkot Batu berharap agar pengelola tempat wisata dan hiburan bisa mengikuti aturan.

Harapannya, persebaran Covid-19 di Kota Batu bisa segera mereda.

Waspada, Penggunaan Masker Terlalu Lama Ternyata Dapat Berakibat Buruk pada Kulit Wajah

Komplotan Maling Sepeda Angin di Surabaya Ditembak Polisi, Berupaya Kabur dalam Proses Penangkapan

Hingga Kamis, 30 April 2020 pukul 18.00 WIB, ada 1710 orang dengan risiko (ODR) meliputi 655 dalam pemantauan dan 1055 selesai pemantauan.

Kemudian 170 orang tanpa gejala (OTG) meliputi 109 orang dalam pemantauan dan 61 orang selesai pemantauan.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) ada sebanyak 166 orang meliputi 45 orang dalam pemantauan dan 121 orang selesai pemantauan.

Kemudian pasien dalam perawatan (PDP) sebanyak 22 orang dengan 10 orang dalam pemantauan dan 10 orang selesai pemantauan. Sementara itu ada 2 orang meninggal dunia.

Sementara yang terkonfirmasi positif ada tiga orang. Satu orang sembuh, dua lainnya masih dalam perawatan. (Benni Indo)

Harga Cabai di Tuban Anjlok, Per Kilogramnya Dijual Seharga Rp 6 Ribu dari Harga Awal Rp 35 Ribu

Pedagang Empon-Empon di Positif Virus Corona, Operasional Pasar Krian Sidoarjo Masih Berjalan Normal

Penulis: Benni Indo
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved