Breaking News:

Berita Sampang

Kematian Tenaga Kerja Indonesia Asal Sampang Meningkat, Pemerintah Sebut Karena Riwayat Penyakit

Hingga saat ini TKI yang meninggal di tempat perantauannya, Malaysia mencapai 27 orang dan semuanya berstatus ilegal.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Sampang Agus Sumarso. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Jumlah kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang, Madura semakin meningkat.

Terhitung dari Januari 2020, hingga saat ini TKI yang meninggal di tempat perantauannya, Malaysia mencapai 27 orang dan semuanya berstatus ilegal.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker)  Sampang Agus Sumarso mengatakan, sebelumnya tercatat ada 23 TKI ilegal yang meninggal di Malaysia.

Kini pihaknya kembali menerima informasi jika terdapat 4 TKI yang akan dipulangkan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Download Drama Korea The World of the Married Sub Indo Episode 1 - 12, Lengkap dengan Sinopsisnya

Download Lagu MP3 Aisyah Istri Rasulullah, Dicover oleh Syakir Daulay, ada Video Artis Lainnya

Pasien Virus Corona Pertama di Pabrik Rokok Sampoerna Sering Keluar Masuk Pasar Tradisional Surabaya

"Semuanya TKI dari negara Malaysia," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (4/5/2020).

Dari 23 TKI yang meninggal di Malaysia berasal dari sejumlah kecamatan tersebar di Kabupaten Sampang.

Agus Sumarso menegaskan, kematian para TKI bukan disebabkan oleh pandemi Covid-19, melainkan meninggal karena penyakit  riwayat.

"Mereka meningal gara-gara stroke dan darah tinggi," ucapnya.

Sementara, bagi empat jenasah TKI yang masih dalam proses pemulangan diantaranya, Samito (45) warga Desa Karang Penang Onjur Kecamatan Karang Penang dan Sahwar (57) warga Desa Tamberu Barat Kecamatan Ketapang.

Kemudian dua jenasah TKI lainnya berasal dari berasal dari Kecamatan Ketapang dan Karang Penang.

"Untuk namanya belum jelas tapi mereka asal Kabupaten Sampang," terang Agus Sumarso.

Rencananya keempatnya, akan tiba di bandara juanda pada Kamis malam (30/4/2020) namun, ditunda lantaran tidak ada jadwal penerbangan.

Disebutkan, dalam sepekan penerbangan dari Malaysia ke Indonesia tersedia hanya dua kali.

"Jadi ke empat jenazah tersebut kini menunggu jadwal penerbangan untuk di pulangkan ke Indonesia," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved