Virus Corona di Gresik

DPRD Soroti Pembagian BLT Masih Kumpulkan Massa saat PSBB di Kabupaten Gresik

Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) untuk warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Gresik menjadi sorotan anggota dewan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Warga berkumpul di Kantor Kecamatan Duduksampeyan Gresik untuk pembagian BLT, Senin (4/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) untuk warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Gresik menjadi sorotan anggota dewan.

Sebelumnya soal pendataan yang menyangkut nama anggota DPRD Gresik, kali ini sorotan tertuju saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dihadiri banyak orang.

Tentu saja hal ini melanggar pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kabupaten Gresik.

Puluhan warga itu berkumpil di Kantor Kecamatan Duduksampeyan, mereka datang untuk menerima BLT, meski telah disiapkan tempat duduk di kursi yang berjarak 1 meter di pendopo kantor tersebut.

Penyaluran Dana Desa Tak Sampai 50 Persen, DPMD Sumenep: Ada Keterlambatan Pengelolaan Keuangan Desa

Rakor Virtual Bersama 38 Bupati dan Wali Kota, Gubernur Jatim akan Bahas Skema Pencairan Bansos

BREAKING NEWS - Didi Kempot Meninggal Dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo Jawa Tengah

Diketahui warga yang menghadiri pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) itu berasal dari Desa Duduksampeyan dan Desa Gelanggang.

Sekretaris DPD Partai NasDem, Musa menyayangkan sikap dan langkah Pemkab Gresik di tengah PSBB yang tidak konsisten.

Padahal, dalam PSBB dianjurkan untuk tidak keluar rumah, tidak kumpul-kumpul untuk menekan rantai persebaran covid-19.

Bahkan kegiatan warga berkumpul langsung dibubarkan.

 “Fraksi NasDem menyayangkan sikap dan langkah inkonsistensi pemkab dengan mengumpulkan banyak warga penerima BLT-DD di saat PSBB di kantor Kecamatan Duduk Sampeyan," tandas Musa.

"Di sisi lain warga dilarang melakukan kegiatan kumpul-kumpul dan menghadirkan banyak orang, apapun alasannya, ini tidak di benarkan, pemkab harusnya memberi teladan kepada rakyatnya agar mematuhi aturan PSBB,” imbuh dia.

Menurut Musa, pembagian BLT di Duduksampeyan itu lagi-lagi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim.

Pihaknya berharap tidak ada yang memanfaatkan situasi pandemi ini ke ranah politik.

“Kan bisa menggunakan sistem transfer, atau lewat RT/RW atau cara lain disaat PSBB,” tambahnya.

Sambut Mudik Lebaran, Bupati Sumenep Izinkan Kapal Berlayar dan Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Jika Semua Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Bisakah Status Zona Merah Sumenep Kembali ke Zona Hijau?

Beredar Kabar Perawat RSUD Dr Soetomo Kabur Setelah Positif Covid-19, Begini Fakta dan Kronologinya

Hal yang sama juga diutarakan Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani heran langkah yang diambil Pemkab untuk membagikan BLT itu. Apalagi, Bantuan Langsung Tunai (BLT) itu berupa uang tunai.

“Pemkab bisa pakai cara lain meskipun berjarak tetap disitu ada perkumpulan massa,” ujarnya.

Komandan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gresik, Nadlif tidak menampik apabila ada pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kecamatan Duduksampeyan yang dihadiri warga.

Namun, pembagian itu sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Duduk sudah diatur satu meter hingga penyediaan tempat cuci tangan. Pembagian dibuat bergantian, tidak semua warga dari dua desa dan waktu penyerahan juga tidak lama,” katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved